Liputan6.com, Manchester - Sejak Jose Mourinho datang, Juan Mata langsung masuk dalam daftar pemain yang diisukan bakal dijual Manchester United. Namun, hingga kini wacana itu belum terwujud. Terbukti, Mourinho masih menjadikan Mata sebagai pilihannya.
Begitu Mourinho diresmikan sebagai pelatih MU, banyak kalangan yang langsung mempertanyakan masa depan Mata. Pasalnya, Mourinho dianggap tak menyukai karakteristik pemain seperti Mata dalam skuatnya.
Alasan itu yang membuat Mourinho menjual Mata ke MU saat masih menjadi pelatih Chelsea di bursa transfer musim dingin 2014 dengan mahar 44,7 juta euro. Kala itu, Mourinho lebih memilih Oscar dos Santos dan Ramires untuk mengambil tugas Mata.
Kini, Mourinho lebih condong ingin mempertahankan Mata dalam skuatnya. Jika tak jadi dijual, ini lima alasan yang mendasari keputusan Mourinho untuk mempertahankan Mata. Berikut lima alasannya:
Advertisement
Konsisten
1. Konsisten
Bicara performa, tak ada yang meragukan kemampuan Mata di atas lapangan hijau. Ia sudah membuktikan konsistensinya selama bertahun-tahun. Pemain kelahiran 28 April 1988 itu sudah unjuk gigi sejak masih menimba ilmu di Madrid.
Sejak itu, Mata selalu memiliki peran penting di setiap klub yang dibelanya. Bersama Valencia pada musim 2007/2008-2010/2011, Mata tampil dalam 174 laga, mencetak 46 gol, dan menciptakan 52 assist.
Begitu pula saat ia berkostum Chelsea selama 2,5 musim. Tampil dalam 135 laga, ia mencetak 32 gol dan 58 assist. Bahkan, ia terpilih sebagai Pemain Terbaik Chelsea selama dua tahun beruntun.
Grafik gol dan assist Mata memang sedikit menurun setelah hijrah ke MU. Namun, ia masih menjadi salah satu pemain yang konsisten. Sudah 26 gol dan 20 assist yang dilesakkan Mata dari 104 laga. Tentu, Mourinho sangat membutuhkan pemain dengan tingkat konsistensi seperti Mata. Apalagi, ia masih termasuk dalam usia produktif, yakni 28 tahun.
Pilihan di Lini Depan
2. Pilihan di Lini Depan
Setelah Mourinho datang, MU memang langsung menambahkan amunisi di setiap lini. Ia merekrut Eric Bailly untuk lini belakang, Henrikh Mkhitaryan untuk lini tengah, dan Zlatan Ibrahimovic untuk lini depan. Bahkan, ia masih berniat untuk memperkuat barisan tengahnya dengan kehadiran Paul Pogba.
Bicara sektor serangan, MU masuk dalam kategori klub yang sulit mencetak gol di Liga Premier 2015/2016. Dibandingkan dengan tim yang finis di 8 besar, catatan gol MU jadi yang terburuk. Itu karena mereka hanya mencetak 49 gol dari 38 laga.
Dari 49 gol itu, enam di antaranya disumbangkan Mata. So, kehadiran Ibra dan Mkhitaryan tak membuat pemain asal Spanyol itu tidak memiliki tempat di skuat. Ia tetap bisa dijadikan Mourinho sebagai pilihan lain dalam serangan.
Terlebih, Mata baru saja unjuk gigi kala memperkuat MU saat melawan Wigan Athletic pada laga uji coba di The DW Stadium. Mata sukses menyumbangkan satu assist di menit 49 meski baru dimainkan di awal babak kedua.