Liputan6.com, Jayapura: Jenazah Panglima Tertinggi Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik akan diserahkan polisi kepada masyarakat adat Suku Amungme di Timika siang ini. Demikian dikatakan Kepala Kepolisian Daerah Papua Inspektur Jendral Pol. Bekto Suprapto di Jayapura, Sabtu (19/12).
"Jenazah Kelly akan dimakamkan di areal Bandara Moses Kilangin Timika, sesuai hasil pertemuan antara pihak adat dan polisi," kata Bekto [baca: Kelly Kwalik akan Dimakamkan Dekat Bandara Timika].
Bekto menegaskan, penangkapan Kelly Rabu dini hari lalu sesuai prosedur hukum dan tidak melanggar hak asasi manusia. Kelly, katanya, mencoba menembak aparat dengan pistol revolver miliknya.
"Aparat mencoba melumpuhkan Kelly, namun peluru aparat mengenai pembuluh nadinya," jelas Bekto. "Ia meninggal dunia karena kehabisan darah."
Sebelumnya, pasukan Densus 88 Mabes Polri dan pasukan Brimob Detasemen A menggerebek markas OPM di hutan mile 26 Kwamki Lama, Mimika Baru, Rabu dini hari. Kelly tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kuala Kencana, Tembaga Pura.
Selama ini, Kelly Kwalik disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas beberapa peristiwa keamanan di Papua. Khususnya, di kawasan PT Freeport Indonesia.(SHA)
"Jenazah Kelly akan dimakamkan di areal Bandara Moses Kilangin Timika, sesuai hasil pertemuan antara pihak adat dan polisi," kata Bekto [baca: Kelly Kwalik akan Dimakamkan Dekat Bandara Timika].
Bekto menegaskan, penangkapan Kelly Rabu dini hari lalu sesuai prosedur hukum dan tidak melanggar hak asasi manusia. Kelly, katanya, mencoba menembak aparat dengan pistol revolver miliknya.
"Aparat mencoba melumpuhkan Kelly, namun peluru aparat mengenai pembuluh nadinya," jelas Bekto. "Ia meninggal dunia karena kehabisan darah."
Sebelumnya, pasukan Densus 88 Mabes Polri dan pasukan Brimob Detasemen A menggerebek markas OPM di hutan mile 26 Kwamki Lama, Mimika Baru, Rabu dini hari. Kelly tewas dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Kuala Kencana, Tembaga Pura.
Selama ini, Kelly Kwalik disebut-sebut sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas beberapa peristiwa keamanan di Papua. Khususnya, di kawasan PT Freeport Indonesia.(SHA)