Liputan6.com, Banyumas: Setelah kemarin tiba di tanah air, jenazah Lukmanul Hakim, wartawan harian Republika yang meninggal dunia saat meliput SEA Games di Laos, dimakamkan di kampung halaman istrinya di desa Penambangan, Cilongok, Banyumas, Jawa Tengah, Senin (14/12) dini hari. [baca: Jenazah Wartawan "Republika" Tiba di Tanah Air].
Setelah diturunkan dari mobil ambulans, jenazah langsung disemayamkan di sebuah surau di sekitar kompleks perumahan almarhum. Usai disholatkan, jenazah langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Panembangan. Proses pemakaman ini diiringi ratusan warga setempat.
Lukmanul Hakim meninggal dunia akibat serangan penyakit jantung saat meliput perjuangan atlet Indonesia di arena SEA Games di Laos. Salah seorang adik almarhum mengungkapkan sang kakak adalah seorang figur pekerja keras yang berdedikasi tinggi terhadap jurnalistik.
Pihak keluarga sempat mencegah Lukmanul untuk berangkat ke Laos. Pasalnya, pada saat itu ia berada dalam kondisi kurang fit. Namun almarhum tetap berangkat dengan beralasan harus mengemban tugas yang sudah dipercayakan pada dirinya.
Sebelum menjadi reporter di harian Republika, almarhum aktif bergabung di sejumlah koran kampus di Universitas Diponegoro Semarang. Pada 2004, pria yang meninggalkan seorang istri dan dua orang anak itu bergabung dengan Republika.(WIL/YUS)
Setelah diturunkan dari mobil ambulans, jenazah langsung disemayamkan di sebuah surau di sekitar kompleks perumahan almarhum. Usai disholatkan, jenazah langsung dimakamkan di Pemakaman Umum Desa Panembangan. Proses pemakaman ini diiringi ratusan warga setempat.
Lukmanul Hakim meninggal dunia akibat serangan penyakit jantung saat meliput perjuangan atlet Indonesia di arena SEA Games di Laos. Salah seorang adik almarhum mengungkapkan sang kakak adalah seorang figur pekerja keras yang berdedikasi tinggi terhadap jurnalistik.
Pihak keluarga sempat mencegah Lukmanul untuk berangkat ke Laos. Pasalnya, pada saat itu ia berada dalam kondisi kurang fit. Namun almarhum tetap berangkat dengan beralasan harus mengemban tugas yang sudah dipercayakan pada dirinya.
Sebelum menjadi reporter di harian Republika, almarhum aktif bergabung di sejumlah koran kampus di Universitas Diponegoro Semarang. Pada 2004, pria yang meninggalkan seorang istri dan dua orang anak itu bergabung dengan Republika.(WIL/YUS)