Liputan6.com, Louisville - Dua mantan petinju kelas berat, Mike Tyson dan Lennox Lewis menjadi dua petinju dunia yang ikut menggiring peti jenazah mendiang Muhammad Ali ke tempat peristirahatan terakhir. Dua petinju kelas berat tersebut memang memiliki kedekatan erat dengan Ali.
Kedua petinju itu mengenakan setelan jas hitam dan kacamata ketika mengantarkan jenazah Ali ke liang lahat. Bersama dengan pengantar jenazah lain dari berbagai kalangan, Tyson dan Lewis sempat berfoto narsis di samping peti mati Ali.
Si Leher Beton, julukan Tyson menjadi sahabat karib petinju yang sebelumnya bernama Cassius Clay ini. Ya, dalam beberapa kesempatan kedua mantan juara dunia tinju itu kerap menghabiskan waktu berdua bersama Ali. Dalam sebuah kesempatan, Mike Tyson yang belakangan menjadi mualaf terlihat mengaji bersama Ali.
Baca Juga
- Duel Bintang Bali United Vs Persela Lamongan
- Rossi: Musim Ini Saya Selevel Lorenzo dan Marquez
- Pelatih Spanyol Bela De Gea Soal Dugaan Pelecehan Seks
Advertisement
Kebersamaan itu tampak ketika kedua petinju itu memegang Al-Quran saat sedang duduk di sofa. Selain mengaji bersama, Tyson tidak sungkan mengajak Ali untuk bermain catur. Momen itu diabadikan keluarga empat bulan sebelum juara Olimpiade 1960 ini menghembuskan napas terakhir. Berita tentang kepergian Ali membuat Tyson langsung memposting ucapan belasungkawa terhadap seniornya tersebut.
"Tuhan telah menjumput juara sejati. Istirahat dalam damai, salah satu orang besar," demikian postingan Tyson melalui akun Twitter.
Selain Tyson, petinju kelas berat lainnya yang memiliki kedekatan dengan Ali adalah Lennox Lewis. Petinju yang identik dengan berambut gimbal ini menilai sosok Ali seperti seorang bapak. Lewis mulai dekat dengan Ali ketika sang legenda menyaksikan duelnya di Amerika Serikat.
"Saya senang sekali ketika mengetahui, Ali meyaksikan pertarungan saya. Saya justru mengetahuinya dari televisi. Dia jadi pertama saya, terlepas itu baik atau buruk," ujar Lewis sebagaimana dikutip dari CNN beberapa waktu lalu.
Pada pertandingan tersebut, Lewis kalah. Namun Ali berkata sebaliknya. "Saya memang gagal dalam pertarungan itu. Tapi dia berkata kalau saya menang. Itulah yang membuat saya merasa lega," ujar Lewis.
Upacara untuk Mendiang Muhammad Ali
Sebuah upacara khusus digelar di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat untuk mengenang kepergian Si Mulut Besar, julukan Muhammad Ali. Dia meninggal pada usia 74 tahun pada Jumat, (3/6/2016) di Phoenix, Arizona setelah menjalani perawatan intensif. Ali menyerah karena komplikasi sindrom parkinson yang telah diderita lebih dari dua dekade.