Liputan6.com, Jakarta: Anggota komisi I DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Effendy Choirie, mengkritik sejawatnya di Komisi III, khususnya yang berasal dari partai Islam. Pasalnya, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan "sumpah" Lillahi Taala dari Kabareskrim nonaktif Komisaris Jenderal Polisi Susno Duaji, pekan lalu dalam rapat dengar pendapat DPR.
"Susno mengatakan sumpah Lillahi Taala. Lho, mana ada sumpah dengan Lillahi Taala? Sumpah itu hanya dengan Wallahi (Demi Allah), Tallahi (Saya bersumpah atas nama Allah)," katanya di Jakarta, Senin (9/11) seperti dikutip ANTARA. Effendy juga menjelaskan "Lillahi Taalla" itu konteksnya menyatakan keikhlasan.
"Misalnya saya ikhlas Lillahi Taala untuk bantu saudara-saudara kita, itu tepat konteksnya. Tetapi bukan mengangkat sumpah. Masak dari 50 anggota DPR tak ada yang paham soal sumpah itu?" katanya keheranan. Ia mengkritik anggota Komisi III yang terlena yang disuguhkan Kapolri dan tidak peka terhadap suara masyarakat seperti yang ada di situs facebook.
Lebih jauh, Effendy mengatakan, seharusnya Komisi III DPR dapat mengambil peran masyarakat dan sekaligus menjadi juru bicara masyarakat. "Setidaknya mengarahkan untuk mereformasi total lembaga kepolisian, bukan malah menjadi pembela polisi seperti yang mereka pertontonkan dan rakyat jelas-jelas melihatnya," ujar alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, ini geram.(YUS)
"Susno mengatakan sumpah Lillahi Taala. Lho, mana ada sumpah dengan Lillahi Taala? Sumpah itu hanya dengan Wallahi (Demi Allah), Tallahi (Saya bersumpah atas nama Allah)," katanya di Jakarta, Senin (9/11) seperti dikutip ANTARA. Effendy juga menjelaskan "Lillahi Taalla" itu konteksnya menyatakan keikhlasan.
"Misalnya saya ikhlas Lillahi Taala untuk bantu saudara-saudara kita, itu tepat konteksnya. Tetapi bukan mengangkat sumpah. Masak dari 50 anggota DPR tak ada yang paham soal sumpah itu?" katanya keheranan. Ia mengkritik anggota Komisi III yang terlena yang disuguhkan Kapolri dan tidak peka terhadap suara masyarakat seperti yang ada di situs facebook.
Lebih jauh, Effendy mengatakan, seharusnya Komisi III DPR dapat mengambil peran masyarakat dan sekaligus menjadi juru bicara masyarakat. "Setidaknya mengarahkan untuk mereformasi total lembaga kepolisian, bukan malah menjadi pembela polisi seperti yang mereka pertontonkan dan rakyat jelas-jelas melihatnya," ujar alumnus Pondok Pesantren Langitan, Tuban, ini geram.(YUS)