Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi memberikan lampu hijau untuk mencabut sanksi administratif untuk PSSI. Dalam hitungan waktu, federasi sepak bola di Indonesia akan kembali normal.
April tahun lalu, tanggal (17/4/2015), Menpora menerbitkan surat bernomor 01307 yang berisi pembekuan lantaran PSSI tidak mengindahkan perintah Menpora terkait klub peserta kompetisi ISL 2015. Keputusan tersebut muncul bersamaan dengan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya yang menghasilkan La Nyalla Mattalitti sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015 hingga 2019.
Baca Juga
- Buku 'Hati Biru' Curahan Hati Tukang Jagal Persib
- Greg Nwokolo Merapat ke PBFC
- Pemain Ini Cuma Ingin Dapat Parkir dan Pelesir ke Disney Land
Advertisement
Surat tersebut membuat FIFA akhirnya menjatuhkan sanksi untuk Indonesia melalui KLB di Zurich, Swiss, Mei tahun lalu. Masa suram sepak bola Indonesia dimulai. Kompetisi mati suri. Timnas Indonesia tidak berlaga di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2018. Praktis, pemain kehilangan mata pencarian. Tarkam alias turnamen antarkampung menjadi pilihan terakhir.
Kini satu tahun lebih setelah pembekuan, Menpora berjanji akan segera mencabut surat yang diterbitkan tahun lalu. Desakan untuk memutihkan sanksi untuk PSSI sebenarnya sudah lama disuarakan. Menpora akhirnya melunak.
Menghormati putusan Mahkamah Agung setelah kasasi ditolak dan menghargai komitmen FIFA, menjadi dasar Menpora mencabut pembekuan PSSI. Meski belum ada bentuk fisik surat pembekuan PSSI, Menpora telah menandatangani surat tersebut.
"Soal PSSI baru saja saya tanda tangani. Saya mencabut surat yang pernah kami keluarkan. Ini semata-mata kami lakukan untuk menghormati Mahkamah Agung," kata Menpora.
Angin segar untuk sepak bola Indonesia. Setelah Menpora mencabut pembekuan, Indonesia kini berharap status keanggotaan kembali diakui FIFA.
Langkah pencabutan sanksi untuk PSSI, menurut Imam, juga untuk menghargai komitmen FIFA seperti yang disampaikan dalam surat kepada Menteri Sekretaris Negara. "Kami membaca, ada komitmen besar terhadap perubahan sepak bola Indonesia dan bakal mendapat pengawalan FIFA," ujar Imam.
Tunggu Voters Wujudkan KLB
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini melihat, niat mencabut pembekuan PSSI untuk menghormati harapan pemiliki suara yang ingin melakukan perubahan internal di tubuh PSSI. Karena itu, menurutnya perlu mengawasi dan memastikan rencana itu berjalan. KLB menjadi salah satu syarat yang diajukan Imam sebagai rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola sepak bola Indonesia.