Pabrikan Tiongkok Mulai Lirik 'Lahan Basah' Laptop Gaming Dunia

Walau terkenal dengan rangkaian produk berharga tinggi, siapa yang menduga kalau pangsa pasar laptop gaming ini diminati pebisnis Tiongkok.

oleh YusliansonDiterbitkan 12 Mei 2016, 12:16 WIB
Pabrikan asal Tiongkok mulai melirik pasar laptop gaming yang profitable. (DigitalTrends)

Liputan6.com, Jakarta - Ada masa ketika laptop gaming dianggap sebagai 'anak tiri' dari saudaranya yaitu PC. Namun, dunia gim PC pun makin berubah dan berkembang sejalannya waktu.

Diawali dengan munculnya platform toko di PC seperti Steam, Origins, dan Battle.net, makin memudahkan gamers PC untuk membeli berbagai judul gim baru yang dirilis.

Melihat potensi lahan gaming PC yang masih "basah", banyak pabrikan asal Tiongkok mempersiapkan diri fokus mengarap lahan laptop gaming lebih serius dan mendalam di tahun 2016 ini.

Baca Juga

  • Motorola Siapkan Dua Ponsel Moto X Modular?
  • Dukung Pendidikan, Intel dan Columbia Tawarkan Software Gratis
  • Main Doom, Nvidia GTX 1080 Tembus Angka 200 Fps

Seperti yang tim Tekno Liputan6.com kutip informasinya dari Hexus, Kamis (12/5/2016), pabrikan asal tirai bambu seperti Heir, Hasee, Colorfull dan RaBook hanyalah segelintir pabrikan asal Tiongkok yang akan memimpin serangan ke pasar laptop gaming dunia.

Bagaimana cara pabrikan asal Tiongkok ini bisa penetrasi pasar laptop gaming yang sudah dikuasai pemain lama? Dengan cara memangkas harga lebih rendah ketimbang harga para pemain lama.

Seperti sudah Anda ketahui, laptop gaming terkenal mahal harganya karena tampil dengan komponen berkualitas tinggi. Cara pangkas harga sebenarnya bukan hal yang baru, mengingat pabrikan seperti Huawei, Xiaomi dan ZTE berhasil menggunakan cara ini untuk membanjiri pasar dengan pilihan smartphone terjangkau.

Akan tetapi, bukan berarti tidak ada konsekuensi. Karena laptop gaming dengan harga yang murah akan menjadi alternatif yang tepat, namun tentunya harus lalui banyak rintangan terlebih merek-merek tersebut tampil sebagai pemain baru.

Namun, jika cara ini berhasil, tidak menutup kemungkinan peta kekuasaan pasar laptop gaming akan berubah secara drastis.

(Ysl/Isk)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya