Rangga dan Cinta, Remaja Vs Dewasa, Mana yang Jadi Favoritmu?

Kira-kira, bagaimana perkembangan Rangga, Cinta, dan kawan-kawan dalam Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2) setelah lewat 14 tahun?

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 30 April 2016, 07:00 WIB
Kira-kira, bagaimana perkembangan Rangga, Cinta, dan kawan-kawan dalam Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2) setelah lewat 14 tahun?

Liputan6.com, Jakarta Lanjutan kisah Rangga dan Cinta akhirnya meluncur kembali di bioskop lewat film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2). Setelah berpisah di bandara 14 tahun lalu, mereka akhirnya dipertemukan di Yogyakarta.

Berbeda dengan film sebelumnya, saat keduanya masih mengenakan seragam putih-abu, kini para tokoh dalam AADC telah tumbuh dewasa. Tak hanya fisik yang berubah, namun juga sifat dan karakter mereka masing-masing.

Baca Juga

  • Hari Pertama Tayang, AADC 2 Raup Jumlah Penonton Fantastis
  • Antara Dian Sastro dan Captain America, Siapa Pilihan Iqbaal CJR?
  • Review AADC 2: Cerita Cinta Satu Malam untuk Selamanya

Untuk penonton yang menggemari betul film AADC pertama, membandingkan karakter dalam film pertama maupun kedua bisa menjadi satu hal yang mengasyikkan. Pasalnya, penonton bisa merasakan bagaimana para tokoh di kedua film ini tumbuh dan berkembang, sekaligus mencari jejak karakter di film ini kala mereka masih remaja.

Kira-kira, bagaimana perkembangan Rangga, Cinta, dan kawan-kawan dalam AADC 2 setelah lewat 14 tahun?


Rangga

Kira-kira, bagaimana perkembangan Rangga, Cinta, dan kawan-kawan dalam Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2) setelah lewat 14 tahun?

Rangga

Saat pertama kali diperkenalkan kembali dalam AADC 2, Rangga masih terlihat sungguh mirip dengan dirinya yang lama. Tidak terlalu banyak bicara, dan terlihat sangat introvert. Seperti saat SMA dulu, Rangga ternyata masih senang membaca buku, terlihat dari deretan koleksi di rak bukunya.

Salah satu yang mencolok adalah tumpukan buku dari novelis Jepang terkemuka, Haruki Murakami,  di mejanya. Tulisan Murakami yang memiliki gaya bertutur yang melankolis, memang terasa pas benar dilahap oleh Rangga. Rangga, juga masih senang menulis dan berpuisi.

Namun Rangga juga tak terlalu sering memasang wajah misterius dan dingin seperti di film yang pertama. Terutama, saat ia bertemu kembali dengan Cinta. Ia sering tersenyum hangat, juga sangat asertif dalam mencapai keinginannya. Di satu titik, Rangga bahkan juga sempat menangis, satu hal yang mungkin tak bisa penonton bayangkan dalam film perdana.

Hal lain yang tampaknya mendarah daging dari Rangga, adalah sikap sinisnya. Meski Rangga berusaha menekan sifatnya ini, ternyata tanpa ia sadari hal ini tetap muncul juga.

Lanjut Baca:

Cinta Dalam Ada Apa dengan Cinta?, Cinta digambarkan sebagai seorang siswi cantik yang populer, namun tak berotak kosong. Ketertarikannya pada kesusastraan di masa muda, ternyata mengantarkannya pada dunia seni di saat dewasa. Di AADC 2, ia tak hanya mendatangi pameran seni dengan antusias, Cinta bahkan memiliki galeri seni sendiri. Di film pertama, karakter yang diperankan Dian Sastrowardoyo ini juga digambarkan sebagai dara yang cepat naik darah. Di sekuelnya, Cinta memang masih diperlihatkan bersumbu pendek yang gampang meledak. Namun, ia lebih mudah mengendalikan amarah dan gengsinya. Cinta versi dewasa, bahkan tak malu untuk meminta maaf lebih dulu. Ada satu hal yang tak berubah dari diri Cinta. Seperti dalam film pertama, ia mencoba bergincu untuk terlihat berbeda, namun ternyata ia tak begitu suka melihat tampilan wajahnya saat bergenit-genit. 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya