Aksi Nyentrik Murid WS Rendra Lawan Korupsi

Aksi murid WS Rendra itu tidak selalu direspons baik oleh target yang dituju.

oleh Arie NugrahaDiterbitkan 28 April 2016, 15:01 WIB
Seniman kampanye anti-korupsi dengan baca puisi

Liputan6.com, Bandung - Tindak korupsi membuat kesal seorang murid almarhum WS Rendra, Gusjur Mahesa. Lelaki bernama asli Agus Priyatno itu beraksi melawan antikorupsi dengan mendatangi kantor-kantor kelurahan di Kota Bandung.

Ia tidak datang hanya untuk bersalam-salaman, tapi juga menggelar aksi pembacaan puisi yang bernada sindiran dan penentangan terhadap korupsi sambil mempromosikan bukunya berjudul "Mending Gelo Daripada Korupsi" (lebih baik gila daripada korupsi). Menurut Gusjur, aksi itu harus digelar di tempat-tempat berpotensi terjadinya korupsi.

Setelah menyambangi beberapa kelurahan di Kota Bandung, Gusjur mengatakan tidak semua tuan rumah merespons dengan baik. Namun, ada juga beberapa lurah yang antusias mendengarkan puisi tentang korupsi yang dibacakan Gusjur dan membeli buku ciptaannya.

Baca Juga

  • Penyilet Misterius di Yogyakarta Seorang Psikopat?
  • Kapal Induk AS Lintasi Perairan Natuna
  • Keindahan Ini Bakal Lenyap Jika Zumi Zola Belah Gunung Kerinci

"Ada yang antusias sambil panggil warganya. Ada juga yang biasa saja," kata Gusjur di Bandung, Rabu, 27 April 2016.

Gusjur menilai saat ini tindakan korupsi mulai dianggap normal oleh para penguasa. Dia merasa geram dengan sikap pejabat yang tidak peduli terhadap dampak setelah mengkorupsi.

Selain mengunjungi wilayah kelurahan, rencananya Gusjur akan mendatangi kantor kecamatan dan dinas-dinas, kemudian berakhir di Kantor Wali Kota Bandung. Alasannya lagi-lagi karena sejumlah tempat tersebut berpotensi untuk melakukan korupsi.

"Memang harus ke tempat-tempat itu. Karena kantor pemerintahan ada potensi untuk melakukan korupsi," ujar salah satu dosen di salah satu universitas di Kota Bandung itu. (Aditya Prakasa)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya