Liputan6.com, Jerez - Juara bertahan MotoGP, Jorge Lorenzo, meninggalkan Yamaha musim depan. Padahal itu adalah tim yang telah diperkuatnya sejak 2008. Manajer Yamaha, Lin Jarvis, mengungkap tiga faktor utama Lorenzo akhirnya pindah dari timnya.
Menurut Jarvis, itikad baik Yamaha untuk mempertahankan pembalap berjuluk X-Fuera itu sudah bertepuk sebelah tangan. "Ini seperti ketika Anda pergi ke diskotek dan Anda meminta seorang gadis untuk menari dan dia memilih pria di sebelah Anda," kata Jarvis perihal keputusan Lorenzo.
Baca Juga
- Tekad Lorenzo Tulis Sejarah Baru dengan Ducati
- Cerita Rio Haryanto dan 3 Kakaknya
- Sebelum ke MU, Rashford Cetak 12 Gol dalam Satu Laga
Advertisement
Kesedihan pun dirasakan seluruh awak tim, tidak terkecuali Jarvis. Pasalnya, sudah 9 tahun Lorenzo menjadi bagian pabrikan asal Jepang tersebut. Terlebih, Jarvis menjadi sosok penting yang membawa pembalap 28 tahun tersebut ke timnya pada 2008 lalu. Selama memperkuat Yamaha, Lorenzo telah tiga kali merebut juara dunia MotoGP masing-masing pada 2010, 2012 dan 2015.
Berikut tiga alasan Lorenzo meninggalkan Yamaha versi Jarvis.
Gaji
1. Gaji
Persoalan gaji menjadi alasan utama kepindahan Lorenzo dari Yamaha. Bersama Ducati, Lorenzo bakal menerima bayaran sebesar Rp 370 miliar untuk dua musim balapan pada 2017 dan 2018. Sekarang, bersama Yamaha, Lorenzo mengantongi uang Rp 84 miliar. Demikian laporan yang dirilis Motorsprint baru-baru ini.
Pemasukan Lorenzo kalah dari Rossi dengan Rp 150 miliar bersama Yamaha. Selisih gaji dengan The Doctor diyakini Jarvis menjadi alasan utama Lorenzo pindah ke Ducati.
"Kami membuat proposal terbaik kami sebagai perusahaan dan Jorge jelas sedang mencari stimulus baru dan saya pikir mungkin ada tiga faktor yang membantunya membuat keputusan itu," katanya.
"Dia mungkin punya proposal yang sangat baik, mungkin lebih baik daripada yang kami tawarkan—itu adalah faktor penting. Saya pikir Ducati saat ini motor yang sangat kompetitif, sehingga sangat berisiko bila Ducati tidak membuat perubahan."
Pembalap Nomor Satu
2. Pembalap nomor 1
Selain itu, di Ducati, Lorenzo bakal menjadi pembalap nomor satu. Tidak seperti sekarang, di mana X-Fuera masih nomor dua di belakang Valentino Rossi yang berstatus pembalap nomor 1 Yamaha. Dan Jarvis menyadari hal tersebut.