5 Pemain Britania Raya yang Gagal di Luar Negeri

Para pemain Britania Raya mungkin tak berbakat bermain di luar negeri.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 29 Maret 2016, 07:10 WIB
Jonathan Woodgate gagal di Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta - Jika para pemain Brasil dan Argentina tersebar ke seluruh penjuru dunia, lain halnya dengan pemain asal Britania Raya. Rata-rata, para pemain asal Negeri Ratu Elizabeth itu memilih berkompetisi di dalam negeri.

Bisa jadi, salah satu penyebab pemain Britania Raya jarang berkarier di luar adalah faktor keberhasilan. Ya, dari jumlah yang sedikit itu, kesuksesan jarang sekali menghampiri pemain Britania Raya yang bermain di luar negeri.

Baca Juga

  • Legenda Liverpool Minta Klopp Pertahankan Dua Pemain Ini
  • Football Leaks Bocorkan Nilai Transfer Luis Suarez
  • 5 Gelandang Terbaik di Era Premier League

Para pemain Britania Raya yang sukses di luar negeri mungkin bisa dihitung jari. Contoh yang paling diingat adalah David Beckham yang sukses bersama Real Madrid, Paris Saint Germain (PSG), dan Los Angeles Galaxy.

Bagaimana dengan yang gagal? Tentu jumlahnya lebih banyak dari yang sukses. Tanpa berpanjang-panjang lagi, berikut lima pemain Britania Raya yang gagal ketika bermain di luar negeri.


Micah Richards

Micah Richards menjadi pesakitan di Fiorentina

5. Micah Richards (Fiorentina)

Setelah terbuang dari skuat Manchester City, Micah Richards mencoba peruntungannya di Liga Italia bersama Fiorentina dengan status pinjaman di musim 2014/15.

Sayangnya, bersama La Viola, karier Richards juga tak menanjak. Penyebabnya adalah pola 3-5-2 pilihan manajer Fiorentina kala itu, Vincenzo Montella. Formasi itu membuat Richards yang seorang bek kanan tak mendapat tempat di tim inti.

Selama setengah musim bersama Fiorentina, Richards hanya bermain 19 kali. Dia lalu kembali ke Liga Inggris pada musim panas 2015.

Kini, Richards bermain bagi Aston Villa dan menjabat sebagai kapten. Tugasnya adalah membawa Aston Villa keluar dari zona degradasi.


Ashley Cole

Ashley Cole pindah ke LA Galaxy usai gagal bersama AS Roma

4. Ashley Cole (AS Roma)

Di Liga Inggris, Ashley Cole boleh saja berstatus sebagai bek kiri terbaik. Tapi di Italia, status itu tak berlaku.

Setelah kontraknya tak diperpanjang Chelsea, Cole memutuskan pindah ke AS Roma pada musim panas 2014. Dengan reputasinya di Inggris, Cole diprediksi tak kesulitan menembus tim inti meski usianya tak muda lagi.

Sayang seribu sayang, Cole justru lebih akrab dengan bench ketimbang rumput lapangan. Oleh pelatih Roma saat itu, Rudi Garcia, Cole hanya ditempatkan sebagai pemain pelapis. Total, dia hanya bermain 16 kali.

Mantan suami Cheryl Tweedy ini pun kemudian dirilis Roma meski masih menyisakan satu tahun kontrak. Cole kemudian hijrah ke Liga Sepakbola Amerika Serikat (MLS) dan bermain bersama Steven Gerrard di Los Angeles (LA) Galaxy.

Lanjut Baca:

3. Mark Hughes (Barcelona/Bayern Muenchen)Hughes pindah ke Barcelona pada musim 1986, bersama dengan legenda timnas Inggris, Gary Lineker. Namun di Barca, Hughes bermain di luar posisi favoritnya.Itu membuat pria asal Wales tersebut hanya membukukan lima gol dari 35 penampilan. Pria yang kini menjabat sebagai Manajer Stoke City itu kemudian dipinjamkan ke Bayern Muenchen.Bersama Bayern, Hughes juga menemui jalan buntu. Dia hanya membuat tujuh gol dari 23 penampilan.Beruntung, Hughes kemudian dilepas ke Manchester United. Di sinilah, dia mencapai puncak keberhasilan dalam kariernya dengan mempersembahkan 2 titel juara Liga Inggris, 2 Piala FA, 1 Piala Liga dan 1 Piala UEFA Cup Winners Cup.

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya