Liputan6.com, Jakarta - Liga Premier Inggris 2015/16 benar-benar diwarnai banyak kejutan. Juara musim lalu Chelsea malah harus berjuang ekstra keras dari zona papan bawah.
Pada pertengahan musim ini, The Blues --sebutan Chelsea-- sempat berada di posisi ke-16, satu strip di atas zona degradasi. Kondisi tersebut membuat manajemen Chelsea memecat Jose Mourinho sebagai manajer, Desember 2015, posisinya pun digantikan oleh Guus Hiddink.
Kejuatan lain juga datang dari Leicester City. Klub yang dipandang sebelah mata itu malah punya peluang besar menjadi juara Liga Premier Inggris musim ini. The Foxes berada di puncak klasemen dengan mengemas 63 poin, unggul lima angka dari pesaing terdekatnya Tottenham Hotspur.
Selain itu, pemain-pemain yang juga diremehkan malah bersinar. Bahkan, sinarnya lebih terang ketimbang pemain yang sudah lama malang melintang di Liga Premier Inggris. Siapa saja mereka? Simak di halaman selanjutnya!
Advertisement
Dele Alli
Dele Alli
Awal musim ini, Tottenham Hotspur mendatangkan bocah ajaib dari MK Dons, Dele Alli dengan mahar sebesar 5 juta pound. Tak percuma Spurs membayar mahal untuk pemain yang masih berusia 19 tahun tersebut.
Alli berhasil mencetak tujuh gol dari 28 penampilan di Liga Premier Inggris. Dia juga mencatatkan delapan assists dari 41 peluang yang berhasil diciptakannya.
Tak hanya jago dalam menyerang, Alli juga piawai membantu pertahanan Spurs. Dia membuat 29 clearances, 55 intersep dan 5 blok di pertahanan tim yang bermarkas di White Hart Lane tersebut. Namanya pun disiapkan pelatih Timnas Inggris Roy Hudgson untuk tampil di Euro 2016.
Penampilan Alli benar-benar membuat kejutan. Nilai jualnya pun melonjak tujuh kali lipat. Bahkan, klub sebesar Barcelona tertarik merekrut pemain tengah yang lahir pada 11 April 1996 itu.
Eric Dier
Eric Dier
Erick Dier dibesarkan di Portugal bersama Sporting Lisbon. Dia juga sempat merasakan ilmu sepak bola dari akademi Everton pada musim 2011/12. Namanya mulai meroket bersama Tottenham Hotspur pada musim ini.
Gelandang kelahiran Cheltenham, Inggris itu bermain sebagai gelandang bertahan. Dengan postur 188 cm, dia menjadi penyeimbang permainan Spurs. Buktinya, Dier telah memenangkan duel udara sebanyak 67 kali dari 120 pertarungan dengan lawan. Tingkat keberhasilannya memenangkan duel udara sebesar 56 persen.
Dier juga tercatat telah melepaskan umpan pendek sebanyak 1102 kali, umpan panjang 89 kali dan 102 umpan sundulan. Akurasi umpannya pun sebesar 82 persen.
Spurs memberikan kontrak jangka panjang pada Dier, yakni hingga 2020. Namun, Chelsea siap membayar Dier dengan harga mahal, yakni 29 juta pound.