Piala Bhayangkara, Turnamen Terakhir di Indonesia?

Piala Bhayangkara menjadi turnamen terakhir di ajang ISC?

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 16 Maret 2016, 14:50 WIB
Skuat PS Polri berlatih di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua, Jakarta, pada Rabu (24/2/2016). (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Liputan6.com, Jakarta - Rangkaian turnamen Indonesia tidak pernah putus sejak ISL berhenti di tengah jalan. Beragam turnamen berskala regional dan nasional digelar untuk mengisi kekosongan kompetisi reguler.

Agenda turnamen berlanjut Kamis, (17/3/2016) besok. Turnamen bertajuk Piala Bhayangkara siap digelar. Apakah ini menjadi turnamen terakhir di Indonesia?

Setelah Piala Presiden rampung, turnamen seperti jamur di musim hujan. Total sejak ISL berhenti Mei 2015 lalu, empat turnamen berebeda ditayangkan televisi swasta maupun nasional. Turnamen menjadi agenda tetap sepak bola di Indonesia.

Baca Juga

  • Jelang Debut di F1, Rio Haryanto Pamer Paddock
  • Pusamania Bawa Skuat Juara ke Piala Bhayangkara
  • Survey: Pria Inggris Lebih Senang Sepak Bola daripada Seks

Penyelenggara berasal dari berbagai kalangan, mulai dari swasta hingga institusi pemerintah kini ramai-ramai menggelar kompetisi. Belakangan, angkatan ikut ambil bagian menyelenggarakan turnamen. Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja selesai menghelat Piala Jenderal Sudirman pada Januari lalu.

Piala Jenderal Sudirman secara khusus digelar untuk menghormati hari pahlawan yang digelar pada November 2015 lalu. Selama dua bulan, turnamen ini berputar terhitung hingga November hingga Januari. Selesai Piala Jenderal Sudirman, turnamen berlanjut. Kali ini, Piala Gubernur Kaltim (PGK) menjadi ajang tim-tim ISL mencari pendapatan hingga pulau Borneo.

Setelah PGK, Korps baju cokelat alias Kepolisian menjadi pemangku hajat turnamen Piala Bhayangkara. Niat Polri untuk menghelat turnamen ini muncul sejak Februari, namun baru bisa terselenggara karena alasan teknis.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Badrodin Haiti mengungkapkan, turnamen Piala Bhayangkara msumbangsih Polri untuk generasi muda Indonesia. "Piala Bhayangkara diselenggarakan untuk melanjutkan kesuksesan Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman. Ini merupakan sumbangsih Polri kepada generasi muda," kata Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, di Mabes Polri, Senin (15/2/2016).

Lanjut Baca:

Turnamen ini akan menggunakan format setengah kompetisi di babak penyisihan. Dua tim teratas di babak grup akan tampil di semifinal yang menggunakan sistem single match. Bandung dan Bali mendapat kesempatan menghelat babak penyisihan grup A. Sebanyak 10 tim yang dibagi dalam dua grup ambil bagian di turnamen ini. Lima raksasa ISL turun di ajang ini. Sriwijaya FC, Arema Cronus, Persipura Jayapura, Persib Bandung dan Persija Jakarta. Plus Pusamania Borneo FC yang berstatus sebagai juara Piala Gubernur Kaltim. Praktis, Piala Bhayangkara menjadi miniatur  ISL.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya