Rio, Palmer, dan Wehrlein, Siapa Debutan F1 Paling Menjanjikan?

Rio Haryanto menjadi satu-satunya wakil Asia yang tampil di ajang balap jet darat pada musim ini.

oleh Cakrayuri NuralamDiterbitkan 09 Maret 2016, 17:30 WIB
Formula 1

Liputan6.com, Jakarta - Sesi tes pramusim telah dilakukan 22 pembalap Formula 1 jelang balapan di Melbourne Grand Prix Circuit, Australia, 20 Maret mendatang. Dua pembalap Ferrari, Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel menjadi yang tercepat pada sesi tes pramusim.

Baca Juga

  • Mantan Pembalap F1 Remehkan Rio Haryanto
  • 5 Debut Bintang Memalukan dalam Sejarah Sepak Bola
  • Bintang PSG Ungkap Sifat Asli Beckham

Juara Formula 1 musim lalu, Lewis Hamilton malah tercecer di posisi kesepuluh. Dia mencatatkan waktu tercepatnya 1 menit 23,622 detik dengan melahap 672 laps.

Catatan waktu yang diraih Raikkonen, Vettel atau Hamilton tentu tidak terlalu dipikirkan oleh pecinta F1 di Indonesia. Kehadiran Rio Haryanto menjadi pembeda di balapan F1 tahun ini.

Rio adalah pembalap Indonesia yang bisa balapan di F1. Pembalap asal Solo itu juga menjadi satu-satunya wakil Asia yang tampil di ajang balap jet darat pada musim ini.

Selain Rio, ada dua pembalap debutan F1 lainnya, yakni Jolyon Palmer dan Pacal Wehrlein. Dari ketiganya, siapa yang lebih hebat?


Rio Haryanto

Rio Haryanto

Rio Haryanto

Rio Haryanto mulai menapaki kariernya di ajang balap Eropa pada 2010. Ketika itu dia mengikuti 16 balapan di ajang GP3. Anak dari pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati itu finis di posisi kelima dengan mengemas 27 poin.

Pada 2015, dia tampil di ajang GP2 bersama Campos Racing. Dari sanalah nama Rio dan Indonesia berkibar di pentas internasional. Dari 18 seri yang diikuti, Rio naik podium sebanyak lima kali. Bahkan, 3 di antaranya finis di posisi pertama. Lagu 'Indonesia Raya' pun berkumandang di ajang GP2. Rio sendiri finis di posisi keempat pada klasemen akhir.

Kemampuan balap Rio mulai dilirik salah satu tim F1, Manor Racing. Namun sebelum bergabung dengan Manor Racing, Rio sempat menemui kendala. Uang menjadi hambatan utamanya.

Manor Racing meminta 15 juta euro sebagai biaya masuk. Uang itu akan dipakai untuk membeli dan mengembangkan mesin Mercedes yang dipakai oleh Manor Racing.

Lanjut Baca:

Biaya masuk sebesar 15 juta euro itu sudah paling murah. Menurut manajer Rio, Piers Hunnisetts, Sauber Ferrari meminta 25 juta euro kepada pembalapnya Marcus Ericsson. Rio pun sudah bergabung dengan Manor meski baru membayar 5,2 juta euro. Manor masih memberi kesempatan kepada manajemen Rio dan Indonesia untuk membayar sisanya secara berangsur. Sementara salah satu BUMN yang mensponsori Rio, Pertamina bakal membayar 2,8 juta euro setelah tiga seri F1 bergulir.Pembalap berusia 23 tahun itu sudah menjajal mobil Manor, MRT05 dalam sesi test pramusim yang berlangsung di Sirkuit Katalunya, Barcelona. Sempat menghawatirkan karena melintir, menabrak pembatas hingga mobil Manor Racing yang dikendarainya mengalami kebocoran oli, Rio Haryanti terus menunjukkan kemajuan yang signifikan bersama timnya, Manor Racing.Pada sesi test pramusim hari pertama, catatan waktu pembalap asal Solo itu 1 menit 28,249 detik. Namun di hari terakhir, catatan waktunya menjadi 1 menit 25,899 detik, Rio bahkan lebih baik dari pembalap Mercedes Nico Rosberg.Kini Rio mulai menatap seri perdana F1 musim ini di Australia, 20 Maret mendatang. Dia merasa bisa finis karena mendapat dukungan dari seluruh rakyat Indonesia. "Melbourne akan menjadi momen besar bagi saya, negara saya dan para pendukung," ucap Rio.Biodata Rio HaryantoUsia: 23 tahunNegara: IndonesiaNomor Mobil: 88Twitter: @RHaryantoracingPrestasi Terbaik: Posisi keempat GP2 2015

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya