Liputan6.com, Pontianak - Brigadir Petrus Bakus yang memutilasi kedua anak kandungnya, diduga mengalami schizophrenia. Kepada sang istri, pelaku mengaku sering mendapat bisikan makhluk halus.
Kapolda Kalbar Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto mengatakan, berdasarkan keterangan istri, pelaku dalam seminggu terakhir ini kerap marah-marah sendiri di dalam rumah.
"Di rumah seperti ada makhluk halus yang mendatangi dan bercerita sering mendapat bisikan," kata Arif saat dikonfirmasi Liputan6.com, Jumat (26/2/2016).
Gejala skizofrenia tersebut rupanya sudah diidap Bakus sejak berusia 4 tahun.
Baca Juga
- Polisi Bunuh dan Mutilasi 2 Anak Kandung di Melawi Kalbar
- Benarkah Ada Kerajaan Ular di Bawah Kota Semarang?
- Bakso Kikil Gerobak di Bogor Ini Jadi Favorit Pesohor
Advertisement
"Pada saat kecil umur 4 tahun, sering mengalami kejadian serupa dan badan terasa kedinginan," ujar Arif.
Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (26/2) dinihari, sekitar pukul 00.00 Wita, di Asrama Polres Melawi, Kalimantan Barat. Bakus memutilasi kedua anaknya yang tengah tertidur, Febian (5) dan Amora (3).
Saat ini Kapolda Arif sedang dalam perjalanan menuju Melawi. Waktu tempuh Pontianak-Melawi mencapai 7 jam.
Pelaku sudah diamankan di Polres Melawi dan dilakukan interogasi. Sementara itu, penyidik Polda Kalbar melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).