4 Film Ini Bercerita Kelamnya Pelecehan Anak

Kasus pelecehan anak di bawah umur, menarik perhatian sejumlah sineas untuk mengangkat fenomena dalam film mereka.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 19 Februari 2016, 19:00 WIB
Forrest Gump (IMDb)

Liputan6.com, Jakarta Peristiwa dugaan pelecehan seksual pada anak di bawah umur atau  sesama jenis yang dilakukan seorang pesohor di negeri ini, membuat publik terhenyak. Benarkah pria yang wajahnya bolak-balik muncul di televisi ini melakukan hal tersebut?

Terlepas dari kasus ini, kasus pelecehan anak dengan mudah dapat ditemukan lewat penelusuran internet. Pelakunya bukan hanya selebritas. Dan, peristiwa seperti ini adalah fenomena gunung es, tak selalu terendus publik. Celakanya, korban anak-anak yang belum memiliki kematangan logika dan pola pikir, belum tentu melaporkan kejadian ini pada orangtua, orang terdekat atau aparat kepolisian.

Baca Juga

  • Saipul Jamil: Doakan yang Terbaik untuk Saya
  • Begini Ragam Dukungan Warga Pencinta Saipul Jamil di Internet
  • Ada Unsur Tipu Daya, Saipul Jamil Dijerat dengan Pasal Berlapis

Fenomena ini memancing para sineas untuk mengeksplorasinya secara lebih jauh. Sejumlah film diangkat dari kisah nyata, ada pula yang mengangkat kasus ini berdasarkan daya kreasi masing-masing. Meski begitu, film-film ini memiliki satu pesan yang sama, bahwa kasus pelecehan anak adalah satu hal mengerikan yang berdampak serius.

Berikut adalah daftar lima film yang mengangkat soal pelecehan anak , yang bisa jadi akan membuat Anda trenyuh atau mungkin bergidik.


Spotlight

Cuplikan film Spotlight


Spotlight

Spolight adalah film paling baru yang berada dalam daftar ini, dan dirilis pada tahun lalu. Salah satu kandidat Oscar untuk kandidat Film Terbaik ini, bercerita tentang investigasi yang dilakukan oleh tim surat kabar Boston Globe, untuk membongkar skandal pedofilia yang dilakukan sejumlah oknum pastor.

Tak hanya menampilkan sepak terjang para jurnalis, film yang diangkat dari kisah nyata ini juga memberikan pemahaman mengapa banyak pelaku pedofil mengincar anak lelaki sebagai korbannya. Dalam kasus di Boston ini, para pelaku sebenarnya juga memburu anak perempuan. Namun, anak laki-laki umumnya tak mau membuka mulut atas kekerasan yang menimpanya. Tak hanya karena malu, namun juga menyangkut persoalan harga diri dan maskulinitas mereka yang terlukai.

Spotlight (IMDb)

Lanjut Baca:

Relasi kuasa dalam kasus kekerasan seksual pada anak juga sempat disinggung dalam film ini. Kecil kemungkinan seorang anak berani menentang para oknum pastor yang dianggap sebagai wakil Tuhan di atas bumi, meski mereka melakukan hal yang tak sepatutnya. Salah satu adegan menyentuh dalam film ini adalah ketika para korban yang telah beranjak dewasa dan menjadi  seseorang yang sukses, kembali runtuh saat mengingat trauma masa kecilnya itu. Spotlight juga memberikan perenungan, bahwa masyarakat tak boleh menutup mata atas kasus kekerasan pada anak. Karena bila masyarakat tak mau peduli dengan masalah ini, maka mereka sama saja merestui perbuatan bejat ini. Tokoh Walter V. Robinson yang diperankan oleh Michael Keaton merangkumnya dengan satu kalimat yang sangat mengena. "Jika butuh satu desa untuk membesarkan seorang anak, maka butuh satu desa pula untuk menyiksanya."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya