5 Pembalap Top MotoGP yang Tak Pernah Juara Dunia

Lima pembalap di bawah ini tak pernah sekalipun menjadi juara dunia. Padahal, mereka cukup bertalenta.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 11 Februari 2016, 14:10 WIB
Dani Pedrosa mengakui Repsol Honda masih dibayangi dua masalah besar menjelang bergulirnya balapan MotoGP musim 2016.

Liputan6.com, Jakarta - Talenta dan jejak karier yang gemilang di kelas 125 cc dan 250 cc ternyata bukan modal yang cukup untuk mengecap gelar juara dunia MotoGP.

Dibutuhkan skill luar biasa dan sedikit keberuntungan untuk meraihnya. Tanpa dua hal itu, menjadi juara dunia MotoGP boleh jadi hanya sekedar mimpi.

Baca Juga

  • Bocoran Negosiasi Kontrak Mourinho dan MU Terungkap
  • Berkat Jurnalis Ini, Keberadaan Messi 'Kantong Keresek' Ditemukan
  • Aktor Hollywood Penyebab Mourinho Dipecat Chelsea?


Terbukti, lima pembalap di bawah ini tak pernah sekalipun menjadi juara dunia. Padahal, catatan kemenangan di kelas sebelumnya dan di seri balapan MotoGP mereka cukup gemilang. Di antara mereka pun, ada pembalap yang sebetulnya masuk ke dalam daftar legenda MotoGP.

Melansir Visordown, berikut 5 pembalap MotoGP yang tak pernah jadi juara dunia.


Marco Melandri

Marco Melandri pernah disebut-sebut sebagai penerus Valentino Rossi. Selain karena sama-sama berasal dari Italia, talenta Melandri dalam dunia kebut motor patut diacungi jempol.

Melandri pernah jadi pemenang termuda di kelas 125 cc saat berusia 15 tahun di tahun 1998. Kiprah gemilangnya berlanjut di kelas 250cc saat keluar sebagai juara termuda sepanjang sejarah saat berusia 20 tahun pada 2002.

Sayangnya, begitu naik ke kelas MotoGP pada 2003, kiprah gemilang Melandri terhenti. Melandri hanya mencatatkan 5 kali kemenangan sepanjang tujuh tahun kariernya di kelas MotoGP. Selama tujuh tahun, Melandri tercatat pernah membela Honda Gresini dan Yamaha Tech 3.

Setelah sempat berkelana ke Superbike, Melandri kembali membalap di MotoGP pada musim lalu dengan bergabung di tim Gresini. Namun peruntungannya tidak berubah. Dia tak memenangkan satu seri pun.


Loris Capirossi

Loris Capirossi naik ke kelas MotoGP pada tahun 2000. Waktu itu, kelas MotoGP masih bernama kelas 500cc. Capirossi naik kelas dengan bekal 2 gelar juara dunia di kelas 125 cc dan 1 gelar juara di kelas 250cc.

Performa Capirossi di awal-awal sebetulnya cukup memuaskan. Dia menorehkan podium pertama, hanya setelah melalui enam seri di kelas MotoGP. Nama Capirossi pun dielu-elukan di Italia.

Namun performa apik itu tak berlangsung lama. Setelah bergabung dengan Ducati pada 2003, karier Capirossi meredup. Hal itu terutama setelah bergabungnya Casey Stoner ke dalam tim. Selama berkarier di Ducati, Capirossi tercatat hanya memenangkan enam seri.

Pada 2008, Capirossi hengkang ke Suzuki. Sayangnya, di sini pun karier Capirossi stagnan. Dia hanya pernah meraih podium ketiga di seri Brno Republik Ceko. Pada akhir 2011, Capirossi pun memutuskan pensiun.

Lanjut Baca:

Nama Sete Gibernau pernah dikenang sebagai rival sengit Valentino Rossi di awal-awal era MotoGP. Gibernau yang tergabung di Gresini Honda bersaing dengan Rossi yang saat itu ada di tim Repsol Honda.Puncak perseteruan keduanya terjadi di musim 2003. Rossi dan Gibernau kerap bersaing memenangkan podium. Performa Gibernau melejit setelah dia termotivasi kematian rekan setim, Daijiro Kato.Namun meski disebut-sebut sebagai rival Rossi, Gibernau tak pernah merengkuh gelar juara dunia. Total, selama kariernya di MotoGP dari 2002 hingga 2009, Gibernau hanya pernah memenangkan 8 podium pertama.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya