Liputan6.com, Kenya - Kegiatan berburu badak di Kenya, Afrika Timur tercatat meningkat tajam beberapa tahun belakangan ini. Untuk itu langkah-langkah drastis belum lama ini dilakukan cagar alam Borana di Kenya untuk melindungi hewan langka tersebut dari para pemburu.
Untuk melindungi spesies ini cagar alam Borana di Kenya membentuk sebuah unit pasukan khusus yang sengaja dilatih oleh Special Air Service (SAS) Inggris yang bertugas menembak mati para pemburu yang ingin membunuh hewan itu untuk diambil tanduknya, lalu dijual ke pasar gelap.
Baca Juga
- Cantiknya, Barbie Modis Berhijab ala Bintang Internet
- 5 Artis Hollywood dengan Hobi NyelenehIni Isyarat Pemenang Pilpres AS Versi Peramal Feng Shui
Advertisement
"Jika datang hanya untuk membunuh badak, saya pasti akan menembaknya mati," kata salah satu penembak jitu, seperti dilansir dari BBC.com, Selasa (9/2/2016).
Diperkirakan sebanyak 200,000 ribu badak mendiami kawasan gurun di Kenya. Namun
jumlah tersebut menurun drastis pada 1980-an akibat ulah para pemburu. Kini jumlahnya tinggal 200 spesies.
"Kami telah kehilangan 17 dari 90 ekor badak yang berada di kawasan tersebut. Jumlah pemburu bersenjata yang semakin banyak membuat kami tak dapat berbuat apa-apa," jelas Michel Dyer.
"Badak telah hidup di planet ini selama 2 juta tahun. Jika bukan kita yang melindunginya, siapa lagi?," lanjut Dyer.
Keberadaan satwa badak yang berada di ambang kepunahan akibat ulah para pemburu mendapat perhatian pula dari masyarakat setempat.
"Pemburu adalah orang jahat," kata salah satu gembala. "Kadang-kadang di kota kita bisa melihat mereka yang tiba-tiba mendadak kaya. Mereka tidak bisa menghabiskan uang itu di sini. Kami akan memaksa mereka untuk pergi."
Banyak alasan kenapa orang suka sekali berburu badak? Cula badak misalnya. Banyak digunakan untuk pengobatan tradisional dan dibuat sebagai perhiasaan. Bahkan banyak orang yang sanggup membayar sangat mahal untuk itu.