Liputan6.com, Jakarta - Coin Toss atau pengundian dengan cara melempar koin ke udara bagi sebagian olahraga yang menggunakannya, bukanlah momen penting dari pertandingan. Dalam sepak bola konvensional misalnya, langkah ini tak lebih dari seremonial menentukan siapa yang memegang bola lebih dulu.
Namun bagi ajang American Football atau Rugbi Amerika Serikat, pengundian koin ibarat ritual sakral yang tidak boleh salah. Utamanya saat partai puncak seperti Super Bowl 50 yang berlangsung di Central Florida, Amerika Serikat, Minggu (8/2/2016). Acara ini tetap berlangsung mendebarkan, baik bagi pemimpin wasit yang melemparkannya, kedua tim, maupun masing-masing pendukungnya.
Advertisement
Mike Carey, mantan wasit Rugbi Amerika, menceritakan kepada Bloomberg ketegangan yang dialami saat menyaksikan coin toss pada Super Bowl XLII, 3 Februari 2008. Kebetulan saat itu Carey dipercaya memimpin duel yang mempertemukan New England Patriots Vs New York Giants.
Pemegang empat gelar Ronnie Lott ditunjuk untuk mengeksekusi coin toss. Sehari sebelumnya, dipimpin oleh Carey, mereka telah melakukan geladi resik prosesi pelemparan koin di awal laga.
Meski demikian, saat hari H, Carey tetap gugup. Dia khawatir 'ritual sakral' itu berantakan. Apalagi sebelumnya dia sudah mendengar cerita-cerita dari sesama wasit soal kegagalan acara coin toss.
Beruntung prosesi itu berjalan mulus. Lott berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Seperti diketahui, tim New York Giant mendapat kesempatan untuk lebih dulu memegang bola. "Semuanya telah dilatih," kata Carey, yang kini jadi alanisi di CBS Sports. "Namun pengundian adalah momen tunggal. Pembukaan dari event utama di olahraga ini. Ada banyak kecemasan," beber Carey.
Acara lempar koin sebenarnya hanya memakan waktu beberapa menit saja. Tinggal melemparkannya ke udara dan melihat hasilnya, apakah kepala atau ekor. Namun tetap saja ada yang salah melakukannya. Salah satunya adalah eks pemain, Joe Namath. Dia dipercaya melempar koin pada acara Super Bowl 2014 lalu. Sayang, prosesi tersebut terpaksa diulang gara-gara Namath melemparnya sebelum tim menentukan pilihannya. Bagi ajang sekelas Super Bowl, kejadian ini adalah aib.