Liputan6.com, Jakarta: Kecenderungan gaya olah tubuh saat ini bukan saja ditujukan untuk menyehatkan badan, namun juga untuk menjaga ketenangan pikiran. Satu di antara olah tubuh yang dapat memenuhi tujuan tersebut adalah senam pernapasan chi kung. Bahkan, apabila berbakat seseorang dapat menyalurkan energi yang didapat untuk mengobati penyakit sendiri dan orang lain. Hal itu dikemukakan Master Chi Kung Indonesia Frans Cai di Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Frans, chi kung adalah seni meditasi yang berasal dari daratan Tiongkok dan telah berusia sekitar lima ribu tahun. Saat itu chi kung dipelajari dalam ilmu bela diri kung fu pada perguruan bela diri Shaolin untuk mengontrol energi vital tubuh. Di dalam diri manusia terdapat kemampuan vital yang tak pernah dipergunakan secara maksimal.
Frans menjelaskan, dalam senam pernafasan chi kung, terdapat tiga gerakan dasar yang semuanya ditujukan untuk menguatkan nafas dan memperlancar peredaran darah. Anehynya, yang tak boleh dilupakan dalam senam tersebut adalah tersenyum. Salnya, senam chi kung adalah membawa misi perdamaian. Dalam senyum, orang akan menemukan kedamaian. Senyum juga tak selalu dengan bibir, namun harus dilakukan dengan hati. Namun, prinsip kedua yang harus diingat dalam senam chi kung adalah bernafas secara sadar. Sementara meditasi dalam chi kung adalah meditasi pasif, yakni dengan berdiam diri. Selain itu, meditasi aktif yakni dengan menggerakkan badan.
Frans menambahkan, secara ilmu kedokteran barat pengobatan chi kung masih diragukan kemanjurannya. Namun, banyak orang yang telah menjadi pengobat dan banyak berhasil mengobati kanker, migren, reumatik, maupun penyakit lain yang cara pengobatannya belum ditemukan. Karena itu, kendati sekarang masih banyak pandangan skeptis tentang chi kung. Namun, sejalan waktu mereka akan dapat menerima. Buktinya, akupunktur yang saat ini telah diakui dan dikembangkan dunia kedokteran modern.(ORS/Mira Permatasari dan Doni Indradi)
Menurut Frans, chi kung adalah seni meditasi yang berasal dari daratan Tiongkok dan telah berusia sekitar lima ribu tahun. Saat itu chi kung dipelajari dalam ilmu bela diri kung fu pada perguruan bela diri Shaolin untuk mengontrol energi vital tubuh. Di dalam diri manusia terdapat kemampuan vital yang tak pernah dipergunakan secara maksimal.
Frans menjelaskan, dalam senam pernafasan chi kung, terdapat tiga gerakan dasar yang semuanya ditujukan untuk menguatkan nafas dan memperlancar peredaran darah. Anehynya, yang tak boleh dilupakan dalam senam tersebut adalah tersenyum. Salnya, senam chi kung adalah membawa misi perdamaian. Dalam senyum, orang akan menemukan kedamaian. Senyum juga tak selalu dengan bibir, namun harus dilakukan dengan hati. Namun, prinsip kedua yang harus diingat dalam senam chi kung adalah bernafas secara sadar. Sementara meditasi dalam chi kung adalah meditasi pasif, yakni dengan berdiam diri. Selain itu, meditasi aktif yakni dengan menggerakkan badan.
Frans menambahkan, secara ilmu kedokteran barat pengobatan chi kung masih diragukan kemanjurannya. Namun, banyak orang yang telah menjadi pengobat dan banyak berhasil mengobati kanker, migren, reumatik, maupun penyakit lain yang cara pengobatannya belum ditemukan. Karena itu, kendati sekarang masih banyak pandangan skeptis tentang chi kung. Namun, sejalan waktu mereka akan dapat menerima. Buktinya, akupunktur yang saat ini telah diakui dan dikembangkan dunia kedokteran modern.(ORS/Mira Permatasari dan Doni Indradi)