Liputan6.com, Jakarta - Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), wholesales sepanjang tahun lalu mengalami penurunan sebesar 14 persen dibandingkan 2014. Kendati demikian, pasar roda empat nasional diprediksi bisa mencapai tiga kali lipat.
Menurut Priyo Wicaksono, Head Marketing & Product Planning PT Astra Daihatsu Motor (ADM), prediksi ini bukan tanpa dasar. Sebab, Indonesia memiliki kelas menengah yang terus tumbuh.
"Penjualan mobil di Indonesia bisa naik sampai 3 juta unit per tahun. Ini disebabkan perkembangan kelas menengah dan PDB yang sangat mungkin terus naik," katanya di Daihatsu Technical & Training Center, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
Baca Juga
- ACC Rasakan Penurunan Penjualan Mobil
- Penjualan Mobil Diprediksi Stagnan di Semester I 2016
- Optimistis di Indonesia, Toyota Malah Ragu di Thailand
Advertisement
Di Jepang misalnya, penjualan mobil tahun lalu mencapai lebih dari 5 juta unit. Sementara di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat (AS) masing-masing mencapai 2,7 juta dan 21,7 juta, dan 17,8 juta.
"Dengan melihat negara lain, performa penjualan mobil, jumlah penduduk, dan PDB mereka masing-masing, maka saya perkirakan masih sangat mungkin penjualan mobil Indonesia naik ke depan," tambahnya.
Memang, meski penjualan mobil tahun ini mengalami penurunan, tapi sebetulnya trennya tetap positif sejak 20 tahun yang lalu. Tercatat, pada 1995 penjualan mobil mencapai angka 341 ribu, sementara 20 tahun sesudahnya sudah 1 juta lebih.
"Jadi seperti 'yoyo'. Meski penjualan turun seperti pada 1998 dan 2005, tapi itu naik lagi. Nah, untuk penurunan tahun ini, kita belum tahu kapan akan naik lagi," tutupnya.