Gelandang 'Rendah Hati' Madrid Tersinggung Disebut Gendut

James Rodriguez berutang segalanya kepada sepak bola.

oleh Marco TampubolonDiterbitkan 25 Januari 2016, 18:33 WIB
Gelandang Real Madrid, James Rodriguez, saat memperkuat Real Madrid melawan Real Betis (Reuters)

Liputan6.com, Madrid - Memperkuat Real Madrid merupakan mimpi gelandang asal Kolombia, James Rodriguez. Pernyataan ini sempat disampaikan Rodriguez dalam sebuah wawancara usai tampil di Piala Dunia 2014 lalu. Saat itu, Rodriguez jadi sorotan karena tampil gemilang bersama timnas Kolombia.

Di pesta akbar tersebut, Rodriguez menyabet Sepatu Emas setelah keluar sebagai top scorer dengan enam gol. Gol yang dicetaknya ke gawang Uruguay bahkan dinobatkan sebagai gol terbaik.

Mimpi itu jadi kenyataan. Pada 22 Juli 2014, Los Blancos resmi merekrut pemain kelahiran Cucuta, 12 July 1991 tersebut selama enam tahun dengan nilai yang tidak disebutkan ke publik. Namun sejumlah sumber menyebutkan, Mardrid harus merogoh kocek €80 juta demi mendatangkannya.

Mimpi Rodriguez kian lengkap saat mewarisi kostum bernomor punggung 10 yang sebelumna melekat dengan pemain-pemain top Los Blancos, semacam  Luís Figo dan  Ferenc Puskás. Nomor , keramat ini juga pernah dikenakan Zinedine Zindane yang tidak lain adalah idola Rodriguez.

Penyambutan Rodriguez juga berlangsung meriah. Sebanyak 45 ribu suporter Madrid memadati Santiago Bernabeu menyambut kehadiran Rodriquez. Presiden Kolombia bahkan menitipkan pesannya pada acara ini dan menyebut Rodriguez telah mengubah sejarah sepak bola Kolombia.


Mimpi Buruk

Sayang kenyataan sering kali tidak seindah alam mimpi. Sempat menjadi langganan tim inti di musim perdananya, Rodriquez harus menghadapi kenyataan pahit di musim kedua. Serangkaian cedera menimpanya sepanjang tahun 2015/2016. Rodriguez kian sulit mendapatkan tempat di tim utama setelah pelatih Rafael Benitez yang menggantikan Carlo Ancelotti menerapkan rotasi pemain. 

Cobaan lain juga datang menghadang. Media-media Spanyol mulai menyoroti kehidupan glamor mantan pemain AS Monaco tersebut. Dia dicap gemar berpesta dan keluar malam sehingga lupa menjaga kondisi fisiknya. Belum lagi kasus ugal-ugalan yang membuatnya ditilang polisi. Semua itu justru membuat Rodriguez yang dulu dikenal rendah hati kian jadi bulan-bulanan media. 

James Rodriguez saat ditilang polisi

Lanjut Baca:

"Sangat mengganggu ketika orang-orang membicarakan banyak hal yang menyakitkan. Semua orang yang dekat dengan saya tahu seperti apa kelakuan saya. Saya tahu bagaimana harus menjaga diri. Menyakitkan ketika orang meragukan saya dan menyebut saya gendut. Itu benar-benar menyakitkan," ujar Rodriguez dalam wawancara dengan media Spanyol, AS. Rodriguez menambahkan, dia berutang segalanya kepada sepak bola. Karena itu dia selalu berlatih keras dan profesional. Dia juga selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Dia juga membantah terlalu sering keluar malam. "Apapun yang dikatakan orang-orang tentang saya sering keluar malam tidak benar sama sekali," beber mantan pemain Porto tersebut. Penampilan Rodriguez kembali dipertanyakan saat tampil memperkuat Real Madrid melawan Real Betis, di Estadio Benito, Senin dini hari (25/1/2016). Dalam laga ini dia tampil sejak menit pertama, namun Madrid hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah, Real Betis. Meski gagal mencetak gol, Rodriguez masih menciptakan satu assist. Umpanya pada menit ke-70 berhasil dikonversi Karim Benzema menjadi gol sekaligus menyamakan kedudukan. Sebelumnya Los Blancos sempat tertinggal lewat gol yang dicetak Cejudo saat laga baru berjalan tujuh menit. "Ini hanya sebuah fase. Orang harus tenang. Saya bermain malam ini dan perlu sedikit waktu untuk kembali ke bentuk semula. Saya bermain baik di babak kedua. Itu perlu disebutkan juga." "Saya pikir saya bermain baik hari ini, dan saya selalu siap memberikan yang terbaik. Kami berlatih lebih banyak beberapa hari ini, dan itu sangat membantu," kata Rodriguez.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya