Investor Kurang Berminat Kembangkan Listrik dari Sampah

Hingga kini baru ada dua pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah yaitu di Bekasi dan Surabaya.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 06 Januari 2016, 14:28 WIB
Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang pasca penghadangan truk sampah DKI Jakarta, Rabu (4/11/2015). Bantar Gebang terlihat sepi dari pemulung. (Liputan6.com/ Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)‎ menilai pengolahan sampah menjadi sumber energi listrik belum diminati investor. Padahal potensi sampah yang dapat dijadikan listrik mencapai 2 ribu Mega Watt (MW).

Kepala Seksi Analisa Evaluasi Program Bioenergi Direktorat Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM‎ Trois Dili Susendi mengatakan, instansinya sudah menerbitkan payung hukum tetang pengembangan sampah untuk dijadikan sumber energi listrik.

Payung hukum pengembangan sampah itu tertulis dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2013.

Baca Juga

  • Walikota Risma Listriki Taman Surabaya dengan Sampah
  • PBB Pilih Jambi Jadi Contoh Proyek Listrik dari Sampah
  • Tarik Investasi, Harga Listrik Pembangkit Energi Baru Harus Naik

"Kami dari ESDM terkait pengolahan sampah kami dari sisi hilir sudah terbitkan Peraturan Menteri ESDM Nomor 19 Tahun 2013 tentang pembelian tenaga listrik oleh PLN dari pembangkit listrik berbasis sampah kota. Kewajiban PLN membelai listrik dari pembangkit sampah," kata Trois, dalam sebuah diskusi Low Carbon Technology for Solid Waste Management, di Jakarta, Rabu (6/1/2016).

Trois menuturkan, sejak Peraturan Menteri tersebut diterbitkan, baru ada dua Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah, di bantar gebang Bekasi dan di Surabaya, Jawa Timur. Hal tersebut menandakan investasi pada pengembangan energi yang berasal dari sampah belum menarik.

"Terkait dengan kebijakan sudah berjalan di sisi hilir kami lihat beberapa evaluasi masih kurang peminat baik Pemda mau pun swasta‎," tutur Trois.

Troi pun menyayangkan pengembangan sampah sebagai sumber energi belum masif. Padahal, potensi sampah yang ada dapat menghasilkan listrik sebesar 2 ribu MW.

"Potensi sampah 2 ribu MW. Tapi kita baru punya dua penetapan pengembang," kata Trois. (Pew/Ahm)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya