Liputan.com, Taiwan: Helikopter militer berhasil menyelamatkan lebih dari 300 warga dari wilayah Pegunungan Kaoshiung, Taiwan, yang diterjang bencana Topan Morakot. Akibat topan tersebut banjir, dan longsor melanda daerah tersebut. Pencarian yang dilakukan Selasa (11/8), masih menyisakan setidaknya 100 orang yang hilang pascabencana yang terjadi Ahad silam.
Selain mencari korban yang hilang, helikopter dan awaknya juga membagikan makanan bagi warga yang menjadi korban longsor. Malangnya, salah satu helikopter pencari dilaporkan jatuh di sebuah gunung di daerah Wutang dengan tiga orang awaknya. Hingga kini belum diketahui nasib ketiganya.
Badan pemadam kebakaran Taiwan yang juga mengurusi keadaan darurat, menyebutkan 100 warga Desa Shiao Lin terkubur longsor. Namun seorang warga menyebut jumlahnya lebih banyak, bisa mencapai 600 orang. Diketahui, jumlah penduduk total di desa itu mencapai 1.300 jiwa. Lokasinya yang kini terisolasi pascalongsor menyulitkan penghitungan korban selamat dan meninggal.
Pemerintah setempat menyebut korban tewas terkait Topan Morakot mencapai 50 orang, dan 58 orang belum ditemukan. Jumlah ini belum termasuk ratusan warga yang hilang di Desa Shiao Lin akibat longsor. Topan Morakot memicu banjir terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir setelah mengguyurkan hujan dengan curah mencapai 80 inci atau dua meter. Akhir pekan lalu, Marokot bergerak ke Cina.(ASW/AND)
Selain mencari korban yang hilang, helikopter dan awaknya juga membagikan makanan bagi warga yang menjadi korban longsor. Malangnya, salah satu helikopter pencari dilaporkan jatuh di sebuah gunung di daerah Wutang dengan tiga orang awaknya. Hingga kini belum diketahui nasib ketiganya.
Badan pemadam kebakaran Taiwan yang juga mengurusi keadaan darurat, menyebutkan 100 warga Desa Shiao Lin terkubur longsor. Namun seorang warga menyebut jumlahnya lebih banyak, bisa mencapai 600 orang. Diketahui, jumlah penduduk total di desa itu mencapai 1.300 jiwa. Lokasinya yang kini terisolasi pascalongsor menyulitkan penghitungan korban selamat dan meninggal.
Pemerintah setempat menyebut korban tewas terkait Topan Morakot mencapai 50 orang, dan 58 orang belum ditemukan. Jumlah ini belum termasuk ratusan warga yang hilang di Desa Shiao Lin akibat longsor. Topan Morakot memicu banjir terburuk di Taiwan dalam 50 tahun terakhir setelah mengguyurkan hujan dengan curah mencapai 80 inci atau dua meter. Akhir pekan lalu, Marokot bergerak ke Cina.(ASW/AND)