Kepada FIFA.com, Maradona yang terkenal dengan gol “Tangan Tuhan”-nya itu menceritakan tentang perkembangan sepakbola terkini, harapannya bertemu Nelson Mandela, dan pujiannya yang setinggi langit kepada mantan Presiden Kuba, Fidel Castro.
Sembilan bulan Anda menangani Timnas Argentina. Rasanya seperti menjadi bapak?
Sedikitnya, ya. Saya hanya punya waktu satu setengah bulan untuk mengumpulkan anak-anak. Jadi, tak banyak kesempatan yang saya miliki.
Anda menikmatinya?
Sulit. Lebih nikmat rasanya saat bermain. Tapi, saya jamin saya akan memenuhi semua tanggung jawab yang ada di pundak saya. Bagi saya, melatih timnas merupakan mimpi yang jadi kenyataan.
Lebih sulit dari yang Anda kira sebelumnya?
Begitulah. Setiap hari saya bertemu dengan staf tim untuk mengecek kondisi (Lionel) Messi, (Sergio) Aguero, Maxi Rodriguez dan para pemain lainnya di saat sesi latihan. Saya tahu jika kunci keberhasilan kami meloloskan diri dari babak kualifikasi PD 2010 adalah laga lawan Brasil. Setelah itu, kami berangkat ke Paraguay. Saya yakin, dengan berbuat yang terbaik, kami punya peluang untuk (kembali) menjadi juara dunia.
Selama ini Anda menonton sepakbola?
Selalu.
Adakah tim yang penampilannya mengejutkan Anda?
Tidak ada. Tim-tim akan bermain dengan pola yang biasa mereka tampilkan. Kecuali Madrid yang bakal berubah seiring dengan kedatangan Kaka. Yang lainnya? Saya kagum dengan klub yang kini ditangani mantan rekan saya, Ciro Ferrara. Juventus benar-benar memainkan gaya permainan ala Italia.
Messi?
Akhir-akhir ini, saya belum sempat menontonnya. Saya berusaha untuk meneleponnya. Namun, rupanya lebih mudah bagi saya untuk