Liputan6.com, Madrid - Pelatih legendaris Italia Fabio Capello tidak terkejut dengan situasi yang dialami Rafael Benitez di Real Madrid. Capello mengakui, melatih klub sebesar Los Blancos adalah pekerjaan sulit.
Capello pernah melatih Madrid pada 1996-97 dan 2006-2007. Selama dua musim itu, Capello sukses memberikan Madrid gelar juara La Liga.
Akan tetapi, ia tetap saja dipecat pada akhir musim karena tekanan dari pihak luar. Media Spanyol dan fans Madrid saat itu menilai gaya main Capello cenderung bertahan.
Kini, Benitez juga dalam tekanan. Ia disebut-sebut akan segera dipecat Madrid. Padahal, ia baru melatih Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan selama beberapa bulan.
Baca Juga
- 6 Pemain yang Berpeluang Gabung MU
- Mourinho Tolak Pinangan Klub Italia Agar Bisa Tangani MU?
- Bukan di Muenchen, Guardiola Bermimpi Boyong Suarez
Advertisement
"Anda perlu memahami apa yang sedang terjadi. Sulit untuk berbicara, kecuali Anda tahu apa yang terjadi di dalam klub," kata Capello kepada Football Espana.
"Saya memilih untuk tidak berbicara tentang hal ini, tetapi jelas Madrid mengalami kesulitan saat ini," tambahnya.
Capello menilai drama Madrid akhir musim ini akan menarik. Menurutnya, fans Madrid ingin Benitez segera lengser dan ini membuka kesempatan Zinedine Zidane melatih Sergio Ramos dan kawan-kawan.
"Semua orang di Spanyol berpikir Presiden Florentino Perez mendukung Benitez. Tapi akan menarik bagi Zidane karena dia melatih tim yunior, dan pekerjaan itu sangat penting untuk memahami apa yang perlu dia lakukan."
"Melatih tim utama dan yunior sangat berbeda. Ada kemungkinan Zidane akan menjadi pelatih Madrid berikutnya. Tapi, saya juga berpikir Benitez akan tetap bersama Madrid hingga akhir musim," tuntas Capello.