Kemenkes Lakukan Riset Peta Sebaran Nyamuk, Tikus, dan Kelelawar

Dimulai dari riset di empat provinsi, diharapkan nanti pada 2019 sudah didapatkan peta sebaran nyamuk, tikus, dan kelelawar.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Desember 2015, 20:30 WIB
Nyamuk pembawa virus Dengue biasanya mengigit daerah kaki. Karena itu, keluarlah dengan mengenakan celana panjang.

Liputan6.com, Jakarta Nyamuk, tikus, dan kelelawar merupakan hewan yang akrab sekaligus mampu menularkan penyakit ke manusia (vektor). Bahkan ada beberapa penyakit yang ditularkan oleh hewan ini menyebabkan kondisi fatal pada manusia. 

Berdasarkan hal tersebut, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Vektor dan Reservoir Penyakit melakukan penelitian untuk memperoleh peta sebaran serta besaran masalah penyakit yang disebabkan oleh vektor. Dengan ini, akan lebih mudah untuk mengendalikan vektor tersebut seperti diungkapkan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, dr HM Subuh, MPPM.

Baca Juga

  • Waspada, Nyamuk DBD Sukanya Gigit Kaki
  • 8 Cara Mudah Hindari Gigitan Nyamuk
  • Jakarta Barat Gunakan Ikan Cupang Untuk Usir Nyamuk DBD

"Nyamuk merupakan vektor terbanyak dan mampu menularkan berbagai penyakit dan cukup fatal seperti demam berdarah. Lalu tikus juga hewan yang akrab dengan kita tapi juga bisa menularkan penyakit. Sementara itu kelelawar ternyata gigitannya cukup berbahaya bagi manusia," kata Subuh di Kantor Kemenkes RI, Selasa (15/12/2015).

Riset ini baru dilakukan di empat provinsi, yakni Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Papua. Tahun depan rencananya bertambah 15 provinsi lagi yang kemudian diikuti pada tahun-tahun berikut keseluruhan provinsi di Indonesa.

"Sehingga pada 2019 kita sudah punya pemetaan data mengenai penyakit yang disebabkan hewan ini di seluruh provinsi," terang Subuh. (*)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya