Liputan6.com, Jakarta - Pengantar: Bulan Desember 2015 rilis Star Wars: The Force Awakens, film ke-tujuh seri Star Wars setelah Star Was: Episode IV – A New Hope (1977), Star Wars: Episode V – The Empire Strikes Back (1980), Star Was: Episode VI – Return of the Jedi (1983), Star Wars: Episode I – The Phantom Manace (1999), Star Was: Episode II – Attack of the Clones (2002), dan Star Was: Episode III – Revenge of the Sith (2005). Wartawan kami—seorang penggemar berat Star Wars—menuliskan reportase dan catatannya tentang pelik-melik Star Wars, dari hulu sampai hilirnya, dari “zaman dahulu kala… di galaksi nun jauh di sana” hingga masa kini. Ini tulisan pertama. (redaksi)
Advertisement
Jatuh Bangun Mimpi George Lucas dan Star Wars-nya
I. Prolog
George Lucas merana. Ia nyaris frustasi.
Kejadiannya berlangsung tahun 1976, saat syuting film Star Wars pertama, A New Hope. George Lucas (waktu itu 32 tahun) sudah bermuka pucat menatap penuh pikiran pada set Star Wars di Pinewood Studio, dekat London, Inggris.
Ia cemas. Siapapun tahu, termasuk dirinya, film yang tengah dibuatnya bakal berujung kacau. Robot rekaannya R2-D2 dan C-3PO rusak melulu. Para pemain justru cerewet minta diurus. Perusahaan miliknya yang ditugasi membuat efek khusus, Industrial Light & Magic (ILM) belum juga bisa kerja -- karena komputernya mesti dibuat dulu. Para petinggi dari studio pemberi dana, 20th Century Fox malah mengirimi Lucas memo tak perlu (kayak saran agar Chewbacca sang Wookie pakai celana).
Lalu, bos Fox Alan Ladd Jr. malah meminta Lucas menyingkat waktu syuting. Kala itu, Lucas berkesimpulan kalau yang ada di kepalanya takkan bisa diwujudkan. Mark Hamill, pemeran Luke Skywalker, ingat betul bagaimana raut wajah Lucas waktu itu. "Dia kayak orang yang akan menangis," ingatnya.