Liputan6.com, Gorontalo: Seorang mahasiswa tewas mengenaskan setelah terjun dari Menara Keagungan, sebuah landmark Propinsi Gorontalo yang banyak dikunjungi para wisatawan, Selasa (21/7). Belum diketahui motif Sofyan Ano nekat bunuh diri. Dugaan sementara korban memiliki masalah asmara dengan sang kekasih.
Sofyan Ano yang tercatat sebagai mahasiswa STIMIK Jayakarta, Jakarta, tewas dengan kondisi mengenaskan di tengah jalan raya di bawah menara. Kepalanya pecah berhamburan setelah terjun bebas dari lantai empat Menara Keagungan di ketinggian 45 meter.
Sebelum kejadian, korban sempat membeli tiket masuk di loket. Korban yang merupakan pengunjung pertama saat itu, sempat ditanyai oleh penjaga loket tiket karena berjalan sendirian. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat Kepolisian Resor Limboto, Gorontalo.
Di kamar mayat Rumah Sakit M.M Dunda Limboto, ibu korban tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui anaknya telah terbujur kaku. Dia mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak semalam sebelum kejadian. Kakak korban pingsan setelah melihat kondisi adiknya.(JUM/YUS)
Sofyan Ano yang tercatat sebagai mahasiswa STIMIK Jayakarta, Jakarta, tewas dengan kondisi mengenaskan di tengah jalan raya di bawah menara. Kepalanya pecah berhamburan setelah terjun bebas dari lantai empat Menara Keagungan di ketinggian 45 meter.
Sebelum kejadian, korban sempat membeli tiket masuk di loket. Korban yang merupakan pengunjung pertama saat itu, sempat ditanyai oleh penjaga loket tiket karena berjalan sendirian. Kasus ini kini dalam penyelidikan aparat Kepolisian Resor Limboto, Gorontalo.
Di kamar mayat Rumah Sakit M.M Dunda Limboto, ibu korban tidak kuasa menahan tangis saat mengetahui anaknya telah terbujur kaku. Dia mengaku sudah memiliki firasat buruk sejak semalam sebelum kejadian. Kakak korban pingsan setelah melihat kondisi adiknya.(JUM/YUS)