Liputan6.com, Sidoarjo- Sempat menjadi buah bibir di perhelatan Piala Presiden 2015 lalu, Surabaya United tampil menggigit di Piala Panglima Jendral Sudirman 2015. Kini, di pertandingan terakhir grup C, Surabaya United mengincar juara grup ketika bersua Pusamania Borneo FC, Senin (30/11/2015) di Gelora Delta Sidoarjo.
Surabaya United--ketika itu bernama Bonek FC--memutuskan walk out dari pertandingan leg 2 perempat final kontra Sriwijaya FC. Gara-garanya, tim asal Jawa Timur itu tidak puas dengan keputusan wasit Jerry Elly yang memberikan lawan penalti setelah pemain mereka dianggap melakukan handsball di kotak terlarang. Aksi WO Bonek FC membuat SFC lolos ke semifinal.
Advertisement
Sontak, aksi tidak terpuji Surabaya United membuat Mahaka selaku pihak promotor geram. Mahaka menjatuhkan denda sebesar Rp 150 juta karena tindakan tidak sportifnya tersebut.
Kilas balik ke belakang, sebenarnya bukan sekali saja Surabaya United alias Persebaya United mundur dari medan laga. Pada 2005 lalu, aksi serupa pernah dilakukan di babak perempat final Liga Indonesia. Yang lebih memalukan, manajemen tim sampai menitipkan piala Divisi Utama pada wartawan. Ketika itu, Persebaya berstatus sebagai juara Divisi Utama musim 2004.
Toh, terlepas dari polemik yang terjadi, Surabaya United tampil meyakinkan di Piala Jendral Sudirman. Sempat menelan kekalahan dari tim amatir PS TNI, Surabaya United bangkit di pertandingan kedua kontra Persib Bandung.
Surabaya United memetik kemenangan tipis 1-0 atas Persib melalui gol Rudi Widodo. Sejak itu, mental bertanding tim besutan Ibnu Grahan ini terus terisi penuh.
Hasilnya, di pertandingan ketiga kontra Persela Lamongan, Bajul Ijo mampu memetik kemenangan dramatis dengan skor 4-3. Drama tujuh gol tersebut ditutup olehsang ikon, Evan Dimas yang mencetak gol penentu kemenangan Surabaya United.
Rotasi Skuat
Menghadapi pertandingan terakhir kontra PBFC, pelatih Surabaya United, Ibnu Grahan harus berpikir ekstra keras. Penyebabnya, akumulasi kartu yang didapat striker Rudi Widodo, Asep Berlian dan Firly Apriansyah membuat tiga pemain itu harus absen di pertandingan ini.
Terlebih, pemain jebolan Surabaya United jebolan Timnas U-19, Zulfiandi bermain apik ketika menghadapi Persela Lamongan. Hal ini membuat beban pikiran Ibnu sedikit berkurang. Zulfiandi berpeluang besar tampil. Kemungkinan besar, posisi yang ditinggalkan Firly bakal diberikan pada Sahrul dengan catatan pemain jebolan Timnas U-19 Indonesia ini harus bersaing dengan Munhar.