Liputan6.com, Jakarta AXN Asia selalu menyuguhkan tayangan-tayangan yang membuat pemirsa penasaran. Banyak yang pada akhirnya menjadi franchise dengan fan-base cukup banyak di negara asalnya bahkan hingga seluruh belahan dunia.
Pada bulan November 2015 mendatang, AXN Asia kembali menyuguhkan serial sekaligus film-film yang mampu mengisi waktu luang pemirsa di tanah air menjadi semakin berwarna. Beberapa baru mengudara, namun ada juga yang hadir kembali menemani pemirsa lewat musim terbaru.
Advertisement
Tayangan Perdana Musim Terbaru Selama Dua Malam
12 Monkeys
Tayang Perdana: 21 November, setiap Sabtu pukul 21.00 (Pertama dan Ekslusif)
Penjelajah waktu bernama James Cole (Aaron Stanford) menjelajahi waktu dari tahun 2043 menuju saat ini untuk menghentikan penyebaran virus mematikan oleh organisasi misterius yang dikenal sebagai "The Army of the Twelve Monkeys".
12 Monkeys adalah serial misteri fiksi ilmiah berdasarkan sebuah film dengan judul sama pada tahun 1995. Serial ini menceritakan perjalanan penjelajah waktu (Aaron Stanford) dari masa setelah perang dan hanya menyisakan puing-puing, yang muncul di masa kini dengan sebuah misi, yaitu melacak dan menghentikan sumber virus mematikan yang akan menghancurkan umat manusia.
Dig
Tayang Perdana: 22 November, setiap Minggu pukul 21.00 (Pertama dan Ekslusif)
Serial ini berfokus pada seorang agen FBI yang ditempatkan di Yerusalem sedang menginvestigasi kasus pembunuhan dan mengungkap adanya rencana sejak 2000 tahun lalu. Fokus serial ini adalah ramalan tentang kembalinya kuil-kuil Yerusalem.
Masih Berlanjut
The Voice 9 Playoffs
Tayang: Spesial tiga kali dalam seminggu: Selasa-Kamis, 10-12 November pukul 19.10
Mengikuti perjuangan para kontestan untuk memenangkan hadiah kontrak sebesar USD 100.000, spesial tiga hari berturut-turut di AXN.
Setelah blind auditions dan beberapa battle rounds, The Voice kini sampai pada babak playoffs. Sampai saat ini, masing-masing dari 20 kontestan telah memenangkan dua battles atau memenangkan simpati yang cukup dari seorang pelatih untuk dipilih. Para pelatih harus memangkas tim mereka dari lima menjadi tiga kontestan. Ditambah lagi, begitu banyak tekanan untuk tampil di atas panggung.