Pesawat-pesawat Ini Dibom, Puing-puingnya Lalu Dirakit Kembali

Di beberapa kasus kecelakaan langka, kerangka pesawat biasanya akan dirakit ulang untuk kepentingan investigasi.

oleh Azwar AnasDiterbitkan 16 Oktober 2015, 11:26 WIB
Di beberapa kasus kecelakaan langka, kerangka pesawat biasanya akan dirakit ulang untuk kepentingan investigasi.

Citizen6, Jakarta Di beberapa kasus kecelakaan langka, kerangka pesawat biasanya akan dirakit ulang untuk kepentingan investigasi. Proses perakitan itu merupakan proses yang rumit, memerlukan banyak tenaga, serta memakan waktu. Berikut beberapa kasus kecelakaan langka yang menggemparkan dunia sehingga memerlukan perakitan ulang sisa kerangka pesawat untuk keperluan investigasi.

1. Pesawat PAN AM Flight 103

Pesawat PAN AM Flight 103

Pan Am Penerbangan 103 adalah penerbangan harian Pan American World Airways. Rutenya dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F. Kennedy, New York. Pada 21 Desember 1988 peswat ini tiba-tiba meledak. Sumber ledakan disinyalir dari kargo depan. 271 orang di dalam pesawat dikabarkan meninggal seketika. Untuk keperluan investigasi, puing-puing pesawat ini kemudian dirangkai. Tragedi memilukan ini kmudian
dikenal dengan Pengeboman Lockerbie yang didalangi pemimpin Libya, Kolonel Muammar al-Gaddafi.

2. Pesawat Aerolinee Itavia Flight 870

Pesawat Aerolinee Itavia Flight 870

Pada tanggan 27 Juni 1980, dikabarkan pesawat Aerolinee Itavia Flight 870 tiba-tiba meledak saat melakukan penerbangan di atas antara Ponza dan Ustica. Pihak pemerintah meyakini bahwa penyebab pesawat tersebut meledak karena terkena peluru misil dari pihak yang ingin memicu perang. Namun, melalui investigasi yang mendalam diduga pesawat tersebut meledak karena misil yang diluncurkan oleh pihak milter Italia sendiri. Pesat ini pun kemudian dirangkai ulang untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan.

3. Pesawat Malaysia Airline MH17

Pesawat Malaysia Airline MH17

Pesawat Malaysia Airlines penerbangan MH-17 bernomor ekor 9M-MRD yang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, jatuh di sebelah timur Ukraina.
Pesawat jenis Boeing 777-200ER itu dilaporkan jatuh di antara wilayah Rusia dan Ukraina bagian timur pada Kamis sore, 17 Juli 2014. Seperti dikutip dari kantor berita Telegraph, pesawat mengangkut 295 penumpang. Dikabarkan, pesawat jatuh karena ditembak. Seluruh penumpang diperkirakan tewas.
Puing-puing pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH17 kemudian dipamerkan oleh otoritas Belanda saat mengumumkan penyebab jatuhnya pesawat itu. Dari puing-puing itu terlihat bagaimana parahnya rudal BUK menghancurkan pesawat tipe Boeing 777 ini. (war)

 

 **Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini


**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya