Liputan6.com, Jakarta: Kasus dugaan malapraktik Rumah Sakit Omni Internasional terhadap bayi kembar Jayden serta Jared terus bergulir. Orangtua si kembar kembali mengungkapkan kekecewaanya pada pihak rumah sakit yang dianggap lalai ketika menangani anaknya yang lahir prematur. Dokter anak sudah mengetahui ada kelainan pada mata anaknya, namun tak cepat mendatangkan dokter mata.
RS Omni punya alasan. Direktur RS Omni dokter Bina Ratna Kusuma Fitri menyatakan karena lahir prematur, pihaknya mendahulukan menyelamatkan kehidupan sang bayi. Julianan sudah melaporkan RS Omni dan dokter yang merawat bayi dengan dugaan malapraktik ke Polda Metro Jaya. Dia berharap akan ada undang-undang yang dapat melindungi pasien dari dugaan malapraktik seperti yang menimpa anaknya.(JUM)
RS Omni punya alasan. Direktur RS Omni dokter Bina Ratna Kusuma Fitri menyatakan karena lahir prematur, pihaknya mendahulukan menyelamatkan kehidupan sang bayi. Julianan sudah melaporkan RS Omni dan dokter yang merawat bayi dengan dugaan malapraktik ke Polda Metro Jaya. Dia berharap akan ada undang-undang yang dapat melindungi pasien dari dugaan malapraktik seperti yang menimpa anaknya.(JUM)