Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Indonesia diharapkan memenuhi tiga persyaratan, yaitu penegakan hukum, pengentasan kemiskinan, dan penebangan hutan ilegal, agar pinjaman sebesar US$ 3,5 miliar yang diajukan dapat segera dicairkan. Jika tidak, pemerintah harus mencari lembaga donor lain. Hal itu mengemuka pada hari pertama Sidang Consultative Group on Indonesia (CGI), Rabu (7/11) [baca: Sidang CGI Resmi Digelar Hari Ini].
Pertemuan yang diadakan di Gedung Bank Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, itu di mata pemerintah Indonesia sangat penting. Pasalnya, pinjaman yang didapat bakal digunakan untuk menutupi sebagian defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2002 sebesar US$ 4,2 miliar. Dari pemantauan SCTV, tampak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti memberikan sambutan di hadapan perwakilan negara-negara peserta, termasuk sejumlah lembaga donor, seperti Asian Development Bank (ADB), European Commission, International Finance Corporation (IFC), dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Di luar gedung, puluhan aktivis Masyarakat Miskin Kota yang terdiri dari pengamen dan tukang becak menggelar unjuk rasa. Di mata mereka, utang yang selama ini menumpuk, kemudian direalisasikan dalam bentuk subsidi bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan lainnya, tak pernah dirasakan. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, ratusan aktivis Koalisi Anti Utang juga berdemonstrasi di luar gedung. Mereka yang sebelumnya beraksi di Bundaran Hotel Indonesia, menolak utang baru yang diberikan CGI. Pasalnya, selama ini utang luar negeri justru telah menenggelamkan Indonesia dalam krisis yang berkepanjangan. Untuk itu, mereka menuntut pembubaran CGI dan penghapusan utang.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)
Pertemuan yang diadakan di Gedung Bank Indonesia di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, itu di mata pemerintah Indonesia sangat penting. Pasalnya, pinjaman yang didapat bakal digunakan untuk menutupi sebagian defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2002 sebesar US$ 4,2 miliar. Dari pemantauan SCTV, tampak Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti memberikan sambutan di hadapan perwakilan negara-negara peserta, termasuk sejumlah lembaga donor, seperti Asian Development Bank (ADB), European Commission, International Finance Corporation (IFC), dan Dana Moneter Internasional (IMF).
Di luar gedung, puluhan aktivis Masyarakat Miskin Kota yang terdiri dari pengamen dan tukang becak menggelar unjuk rasa. Di mata mereka, utang yang selama ini menumpuk, kemudian direalisasikan dalam bentuk subsidi bahan bakar minyak, tarif dasar listrik, dan lainnya, tak pernah dirasakan. Sementara itu, hingga berita ini ditulis, ratusan aktivis Koalisi Anti Utang juga berdemonstrasi di luar gedung. Mereka yang sebelumnya beraksi di Bundaran Hotel Indonesia, menolak utang baru yang diberikan CGI. Pasalnya, selama ini utang luar negeri justru telah menenggelamkan Indonesia dalam krisis yang berkepanjangan. Untuk itu, mereka menuntut pembubaran CGI dan penghapusan utang.(SID/Tim Liputan 6 SCTV)