Meski Tidak Ada Kerusakan, Gempa di Garut Buat Panik Warga

Seorang warga Desa Sirna Bakti, Pameungpeuk, Aceng mengatakan, guncangan gempa berlangsung cukup lama dan membuat warga berhamburan.

oleh Liputan6 diperbarui 05 Sep 2015, 12:26 WIB
Ilustrasi Gempa (die.wahre-natur.de)

Liputan6.com, Bandung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyatakan tidak ada kerusakan rumah atau bangunan fasilitas umum akibat gempa bumi di barat daya Garut.

"Sejauh ini dampak dari gempa tidak ada laporan kerusakan," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Dadi Zakaria melalui telepon seluler, seperti dikutip dari antaranews Sabtu (5/9/2015).

Dadi mengatakan jajarannya masih memantau ke daerah-daerah dengan melibatkan unsur kecamatan. Terutama di daerah pesisir pantai selatan Kabupaten Garut, mulai perbatasan Kabupaten Tasikmalaya dengan Cianjur.

"Kita lakukan pengecekan di wilayah pantai Garut yang memiliki panjang 80 kilometer," kata dia.

Situs resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menginformasikan pusat gempa di Garut berada di 109 km barat daya Kabupaten Garut, dengan kekuatan gempa 5,6 skala Richter yang terjadi pukul 03.08 WIB.

Guncangan gempa tersebut sempat membuat panik warga di Kecamatan Pameungpeuk yang tidak jauh dari garis pantai selatan Garut.

Seorang warga Desa Sirna Bakti, Pameungpeuk, Aceng mengatakan, guncangan gempa berlangsung cukup lama dan membuat warga berhamburan ke luar rumah.

"Tidak ada yang rusak, gempanya lumayan lama, banyak warga yang ke luar rumah, ada juga yang tidak merasa karena tidur," kata Aceng.

Menurut dia, kepanikan warga sampai berhamburan ke luar rumah itu karena trauma dengan kejadian gempa Tasikmalaya pada September 2009.

Bencana gempa Tasikmalaya itu, kata Aceng, menyebabkan banyak rumah penduduk di Kecamatan Pameungpeuk rusak.

Tak hanya dirasakan di Garut, gempa ini juga sempat membuat panik warga di Sukabumi. Warga pun berlarian ke luar rumah. (Rmn/Ado)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya