Mengapa Lebih Banyak Wanita yang Mengajukan Cerai?

Perempuan yang mengajukan perceraian sebesar 69 persen.

oleh Benedikta DesideriaDiterbitkan 25 Agustus 2015, 16:00 WIB
Foto Ilustrasi

Liputan6.com, New York- Jumlah kaum Hawa yang mengajukan perceraian ternyata lebih banyak dibandingkan pria. Beda halnya dengan pasangan yang masih berpacaran atau belum terikat perkawinan, keinginan untuk mengajukan perpisahan datang dari kedua belah pihak.

Hal ini terungkap lewat analisis survei “How Couples Meet and Stay Together”. Sekitar 2.262 orang dewasa yang memiliki pasangan beda jenis kelamin ditanya mengenai hubungan mereka dari 2009 hingga 2015. Sekitar 69 persen perempuan mengajukan perceraian dibandingkan 31 persen pria.

Ternyata tak cuma hasil studi ini yang menyatakan perempuan lebih mungkin meminta cerai, penelitian-penelitian lainnya juga, seperti diungkapkan penulis utama yang juga profesor sosiologi University of Standford, Michael Rosenfeld.

Rosenfeld menungkapkan keinginan wanita mengajukan perceraian lebih tinggi karena cenderung memiliki sensitivitas yang tinggi atas naik turunnya hubungan pernikahan seperti dikutip dari laman Time, Selasa (25/8/2015).

Adanya ketidaksetaraan gender dalam perkawinan mungkin juga jadi penyebab wanita mengajukan perceraian dibanding laki-laki seperti diungkap Rosenfeld.

"Saya berpikir, perkawinan sebagai institusi sedikit lambat mengejar ketertinggalan kesetaraan gender. Misalnya nama belakang istri mengambil nama suami lalu suami masih mengharapkan istri untuk melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga dan juga mengurus anak," terang pria ini.

 

Baca juga:

4 Kejadian Hidup yang Bisa Picu Perceraian

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya