1930: Hadiah Kemerdekaan Uruguay

Dalam Piala Dunia pertama, 1930 di Uruguay, tidak ada sistem kualifikasi karena pesertanya tidak banyak. Negara-negara Eropa enggan menyeberangi lautan menuju Uruguay.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Januari 2006, 12:52 WIB

|image=702| Dalam Piala Dunia pertama, 1930, di Uruguay, tidak ada sistem kualifikasi karena pesertanya tidak banyak, cuma 13 negara. FIFA yang bermarkas di Eropa tidak berhasil meyakinkan negara-negara Eropa untuk menyeberangi lautan selama beberapa minggu untuk memeriahkan pagelaran akbar sepakbola dunia pertama itu. Yang bersedia hanya Prancis, Yugoslavia, Romania, dan Belgia. Tim kuat seperti Italia, Jerman, Belanda, Inggris, dan Spanyol tidak bersedia keluar Eropa.

Tuan rumah Uruguay mengundang beberapa negara Amerika Latin untuk berpartisipasi. Tim kuat seperti Argentina dan Brasil bersedia berpartisipasi. Di Montevideo, Uruguay telah membangun sebuah stadion yang megah berkapasitas 95.000 penonton. Hujan lebat membuat pembangunan stadion tertunda dan syukurlah pembangunannya bisa selesai 5 hari menyelang turnamen.

Piala Dunia 1930 dibuka dengan pertandingan Prancis vs Meksiko, dan Prancis menang 4-1. Gol pertama Piala Dunia dicetak Lucien Laurent dari Prancis. Namun itulah kemenangan satu-satunya Prancis. Piala Dunia pertama ini sepenuhnya milik Argentina dan Uruguay. Kedua tim tidak pernah kalah selama babak penyisihan grup.

Satu-satunya kekalahan Argentina terjadi di final saat melawan Uruguay. Meski kalah, Argentina menyumbangkan gol terbanyak: 18 gol. Sebagian besar dicetak Guillermo Stabile, Pemain Terbaik Piala Dunia 1930.

Yang mengejutkan adalah Amerika Serikat. Negara ini berhasil meraih posisi ketiga bersama Yugoslavia, namun lebih baik dari selisih gol. Pemainnya, Bert Patenaude merupakan pemain pertama yang mencetak hat-trick di Piala Dunia. Tiga gol dicetaknya dalam pertandingan melawan Paraguay saat penyisihan grup.

Partai Final: Uruguay vs Argentina
Pertandingan final digelar di Stadion Centenario, 30 Juli 1930. Argentina yang dipimpin kapten Manuel Ferreira terkejut ketika Uruguay mencetak gol pertama di menit ke-12. Pablo Dorado menendang bola yang secara dramatis lolos di antara dua kaki penjaga gawang Argentina, Botasso.

Setelah tertinggal satu gol, permainan Argentina semakin berkembang. Di menit ke-20, meneruskan umpan dari Varallo, Carlos Peucelle menaklukkan kiper Uruguay, Ballesteros, dengan sebuah tendangan keras.

Lanjut Baca:

Argentina bermain lebih bagus daripada Uruguay sampai babak pertama berakhir. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 2-1 berkat gol Stabille yang terlihat agak berbau offside. Sayangnya, gol Stabile itu menjadi gol terakhir bagi Argentina. Tim tuan rumah tampil lebih agresif di babak kedua. Pedro Cea berhasil menyamakan kedudukan 2-2 pada menit ke-57. Harapan Argentina memenangi turnamen semakin pudar ketika Iriarte melakukan tendangan spektakuler dari jarak 21 meter. Gol spektakuler Iriarte membuat penonton meledak dalam kegembiraan. Gol pembunuh harapan Argentina datang pada menit terakhir dari sundulan Castro yang meneruskan umpan Dorado. Kemenangan Uruguay dirayakan di jalanan Montevideo sepanjang malam sampai pagi. Sebuah hadiah yang berharga, bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Uruguay yang jatuh keesokan harinya. FAKTA FINAL PIALA DUNIA 1930Stadion Centenario, Montevideo, Uruguay, 30 JuliWasit: Jean Langenus (Belgia) Penonton: 93.000 URUGUAY 4 (1) : Dorado 12, Cea 57, Iriarte 68, Castro 90 Skuad: Ballesteros, Nasazzi (kapt.), Mascheroni, Andrade, Fernandez, Gestido, Dorado, Scarone, Castro, Cea, Iriarte. ARGENTINA 2 (2): Peucelle 20, Stábile 37, Skuad: Botasso, Della Torre, Paternoster, J.Evaristo, Monti, Suarez, Peucelle, Varallo, Stabile, Ferreira (kapt.), M.Evaristo.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya