Banyak sejumlah pejabat, termasuk anggota DPR terjaring jala KPK. Sebut saja mantan anggota Komisi V dari Partai Bintang Reformasi Bulyan Royan. Bulyan divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Terpidana tersandung kasus suap pengadaan kapal patroli di Departemen Perhubungan.
Sepak terjang KPK juga menyeret anggota DPR Partai Golongan Karya Hamka Yandhu. Hamka adalah terdakwa kasus aliran dana Bank Indonesia (BI). Kasus korupsi juga menyeret anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Al Amin Nur Nasution. KPK meringkus Amin karena diduga menerima suap pengalihan hutan lindung di Bintan. Belakangan Tipikor memvonis suami pedangdut Kristina Iswandari delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta.
Penangkapan pejabat negara terus berlangsung hingga Antasari Azhar diangkat menjadi Ketua KPK pada 2007. Antasari mengungguli Chandra Hamzah. Dukungan pun terus mengalir, termasuk dari kalangan selebritas. Sejumlah artis di antaranya Tetty Liz Indriarti, Inul Daratista, Ririn Dwi Ariyanti, Anwar Fuadi, dan pengacara Gusti Randa. Mereka datang ke Kantor KPK menyatakan dukungan. "Karena KPK sudah menjadi komisi pemberantasan korupsi yang cukup efektif," ujar Gusti.
Sejumlah musisi juga mendukung. Satu di antaranya yang mencolok disuarakan band Slank. Lagu Gosip Jalanan yang menyentil tingkah anggota DPR pun dibuat band yang diisi Kaka, Bimbim, Ivan, Ridho dan Abdee. Karya Slank direspons baik Ketua KPK nonaktif Antasari dengan mendatangi markas Slank di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, 16 April silam. Dukungan Kaka dan kawan-kawan memicu semangat KPK maju terus pantang mundur membersihkan koruptor.
Giring, vokalis band Nidji ikut hadir di markas Slank. Dukungan Antasari memberi inspirasi kepada Giring. Pria berambut kriting ini berniat membuat lagu bertema kritik sosial mengikuti Kaka Cs.