Sosok Antasari Azhar di Mata Selebritas

SOSOK Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar dikenal baik kalangan selebritis. Keseriusan KPK membersihkan koruptor didukung sejumlah artis. Di antaranya Tetty Liz Indriarti, Inul Daratista, Ririn Dwi Ariyanti, Anwar Fuadi, pengacara Gusti Randa.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Mei 2009, 13:35 WIB
SEBUAH lembaga independen memberantas korupsi yang sudah mengakar kuat didirikan. Berawal dari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 pada 27 Desember 2002, terbentuklah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Seiring jalannya waktu, kinerja KPK menunjukkan grafik meningkat.
Banyak sejumlah pejabat, termasuk anggota DPR terjaring jala KPK. Sebut saja mantan anggota Komisi V dari Partai Bintang Reformasi Bulyan Royan. Bulyan divonis enam tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Terpidana tersandung kasus suap pengadaan kapal patroli di Departemen Perhubungan.
Sepak terjang KPK juga menyeret anggota DPR Partai Golongan Karya Hamka Yandhu. Hamka adalah terdakwa kasus aliran dana Bank Indonesia (BI). Kasus korupsi juga menyeret anggota DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Al Amin Nur Nasution. KPK meringkus Amin karena diduga menerima suap pengalihan hutan lindung di Bintan. Belakangan Tipikor memvonis suami pedangdut Kristina Iswandari delapan tahun penjara dan denda Rp 250 juta.
Penangkapan pejabat negara terus berlangsung hingga Antasari Azhar diangkat menjadi Ketua KPK pada 2007. Antasari mengungguli Chandra Hamzah. Dukungan pun terus mengalir, termasuk dari kalangan selebritas. Sejumlah artis di antaranya Tetty Liz Indriarti, Inul Daratista, Ririn Dwi Ariyanti, Anwar Fuadi, dan pengacara Gusti Randa. Mereka datang ke Kantor KPK menyatakan dukungan. "Karena KPK sudah menjadi komisi pemberantasan korupsi yang cukup efektif," ujar Gusti.
Sejumlah musisi juga mendukung. Satu di antaranya yang mencolok disuarakan band Slank. Lagu Gosip Jalanan yang menyentil tingkah anggota DPR pun dibuat band yang diisi Kaka, Bimbim, Ivan, Ridho dan Abdee. Karya Slank direspons baik Ketua KPK nonaktif Antasari dengan mendatangi markas Slank di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan, 16 April silam. Dukungan Kaka dan kawan-kawan memicu semangat KPK maju terus pantang mundur membersihkan koruptor.
Giring, vokalis band Nidji ikut hadir di markas Slank. Dukungan Antasari memberi inspirasi kepada Giring. Pria berambut kriting ini berniat membuat lagu bertema kritik sosial mengikuti Kaka Cs.
Lanjut Baca:

r> Waktu terus berlalu. Memasuki 2009, perjuangan Antasari tersandung masalah. Pria berkumis dan berkacamata itu ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen. Nasrudin meninggal di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta Pusat, 15 Maret silam. Korban ditembak dua orang tak dikenal usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Tangerang, Banten. Data yang dirilis polisi menyebutkan, Antasari diduga sebagai otak pembunuhan. Ia lalu bekerja sama dengan Komisaris Harian Merdeka Sigid Haryo Wibisono dan mantan Kepala Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Williardi Wizar. Diduga Williardi mendapat mandat dari Sigid, selaku penyandang dana, untuk mengatur pembunuhan. Selanjutnya ada Daniel Daen dan Heri Santosa disangka sebagai eksekutor. Edo sebagai penerima mandat dari Williardi. Dan Hendrikus Kia Walen bertugas sebagai pemberi order membunuh kepada dua eksekutor. Fransiskus Tadon bekerja sebagai koordinator lapangan. Kasus ini total menyeret sembilan tersangka. Sementara itu Juniver Girsang, pengacara Antasari membantah keterlibatan klien dia. "Itu fitnah dan tidak benar," ujar Juniver. Ia mengatakan Antasari tidak mengetahui keterlibatan dalam kasus ini. Antasari diketahui berhubungan dengan tersangka lain dari bukti melalui pesan pendek di telepon genggam (SMS). Fakta SMS banyak disangkal. Sebab penipuan nomor handphone mungkin terjadi. Diduga Antasari adalah korban tingkat tinggi yang berusaha menghentikan korupsi. Dugaan konspirasi menguat. Nama Rani Juliani, istri siri Nasrudin santer dibicarakan setelah diketahui menjadi saksi kunci kasus pembunuhan ini. Juniver menyangkal Antasari sering menemui mahasiswi STMIK Raharja itu. "Bertemu hanya sekali dan dua kali," jelas dia. Status Antasari masih menjadi perdebatan. Banyak yang tidak percaya tersangka terlibat korupsi. Benarkah persoalan yang terjadi dipicu memperebutkan cinta Rani? Jika bukan karena cinta, kuat dugaan Nasrudin dibunuh lantaran akan menguak kasus korupsi terbesar yang melibatkan tokoh-tokoh kelas kakap. Jadi? (As)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya