Gebyar Batik Muda Nusantara, yang Muda yang Berbudaya

Lebih dari sekadar bahan sandang, batik ternyata menyimpan begitu banyak makna filosofi yang mendalam.

oleh Ahmad ApriyonoDiterbitkan 13 Agustus 2015, 14:35 WIB
Batik tulis Lasem dipamerkan dalam acara Gelar Batik Nusantara 2015 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2015). Beragam batik dari penjuru Nusantara dipamerkan dalam acara tersebut. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta JLA Brandes, seorang filolog yang juga arkeolog berkebangsaan Belanda meyakini, jauh sebelum kata ‘Indonesia’ terbentuk, Nusantara telah mengenal 10 unsur kebudayaan, yang salah satunya adalah membatik. Batik Nusantara tak hanya kaya dari segi jumlah, namun juga kaya akan makna filosofi dalam setiap goresannya.

Untuk melestarikan batik sebagai salah satu kebudayaan Indonesia yang adiluhung, Putera Puteri Batik Nusantara (PPBN) dan Ikatan Pecinta Batik Nusantara (IPBN), didukung oleh Kementerian Pariwisata menggelar Gebyar Batik Muda Nusantara 2015. Acara yang dibuka untuk para pecinta batik nusantara ini rencananya akan digelar mulai Jumat 14 Agustus hingga 17 Agustus 2015 mendatang.

Menurut informasi yang didapat Tim Liputan6.com, Rabu (12/8/2015), acara yang akan digelar di Food Society, Kota Casablanka, ini akan diisi oleh segudang kegiatan menarik seputar batik nusantara. Mulai dari talkshow hingga workshop membatik yang dipandu langsung oleh orang-orang dari komunitas batik tanah air.

Tak hanya itu, berbagai kegiatan hiburan lain juga dijadwalkan turut meramaikan acara ini, antara lain fashion show, marching band, hingga tarian tradisional anak-anak. Para pengunjung yang datang juga bisa mengunjungi bazar yang menjual beranekaragam pakain batik hingga barang-barang bernuansa etnik.

Gebyar Batik Muda Nusantara 2015 diharapkan mampu mempromosikan dan memperkenalkan budaya membatik pada generasi muda. Dikemas dengan sangat menyenangkan, acara ini memang diharapkan dapat menarik minat anak muda pada batik, mengingat batik kini bisa diaplikasikan ke dalam tren berbagai lapisan umur.

(ibo/igw)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya