Waspada! Pelaku Hipnotis Incar Penumpang Kelas Ekonomi

Para pelaku memilih penumpang dari kelas bawah lantaran mereka biasa beraksi dengan menyamar sebagai penumpang biasa.

oleh Audrey SantosoDiterbitkan 04 Juli 2015, 12:21 WIB
Tiga langkah cegah terkena praktik kejahatan hipnosis. (Foto: wikihow.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kejahatan meningkat ketika Lebaran, salah satunya hipnotis. Pemudik merupakan sasaran empuk tindak kejahatan ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal mengatakan pelaku hipnotis jalanan biasa menyasar penumpang kereta api kelas ekonomi.

Menurut inteligen Polda Metro Jaya, kata dia, para pelaku memilih penumpang dari kelas bawah lantaran mereka biasa beraksi dengan menyamar sebagai penumpang biasa.

"Kalau sasarannya penumpang eksekutif, biaya sekali beraksi mahal. Kalau ekonomi kan terjangkau. Jadi mereka bisa melakukan berkali-kali," kata Iqbal.

Menurut dia, polisi sedang memetakan lokasi rawan hipnotis. Polisi juga berkoordinasi dengan PT KAI untuk melakukan sosialisasi untuk mencegah tindak kejahatan tersebut.

"Kita juga koordinasi dengan PT KAI (Kereta Api Indonesia) supaya mensosialisasikan ke penumpang mereka, jangan mau diberi minuman atau makanan oleh orang enggak dikenal," jelas Iqbal.

Sebelumnya, Iqbal mengatakan modus kejahatan hipnotis meningkat di bulan Ramadan, terlebih ketika mendekati Hari Raya Lebaran. Iqbal menghimbau masyarakat untuk tidak berkomunikasi dengan orang tidak dikenal di tempat umum.

"Hipnotis juga bisa jadi modusnya. Waspada jika merasa dihampiri orang tidak dikenal dan gelagatnya aneh, jangan dilihat matanya. Alihkan pandangan," tegas mantan Kapolres Jakarta Utara ini. (Bob/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya