Letto Mengangkat Nama Yogyakarta

LAGU <i>Sandaran Hati</i> dan <i>Ruang Rindu</i> telah menghipnotis pecinta musik Tanah Air. Tembang yang mendayu-dayu dengan lirik lagu mendalam itu dipopulerkan grup band Letto. Ini berarti satu lagi grup band asal Yogyakarta yang terkenal selain Sheila on 7. Band yang digawangi Noe (vokal, kib...

oleh Liputan6Diterbitkan 16 April 2007, 12:34 WIB
LAGU Sandaran Hati dan Ruang Rindu telah menghipnotis pecinta musik Tanah Air. Tembang yang mendayu-dayu dengan lirik lagu mendalam itu dipopulerkan grup band Letto. Ini berarti satu lagi grup band asal Yogyakarta yang terkenal selain Sheila on 7. Band yang digawangi Noe (vokal, kibor), Patub (gitar), Arian (bas), dan Dedi (drum) sukses karena menghasilkan karya yang berbobot. Kendati demikian, mereka tetap merendah. "Kesuksesan bukan di tangan kita. Dari usaha dan ridho yg di atas," ucap Noe. Menariknya lagi, Noe selalu mengatakan lagu Letto adalah hasil karya bersama walau sebagian besar lirik buatannya. Tak heran lirik lagu buatan Noe bagus karena dia adalah anak budayawan Emha Ainun Najib alias Cak Nun. Namun Noe dengan tegas mengatakan, jenis musik Letto dengan grup musik pimpinan sang ayah, Kiai Kanjeng berbeda. "Kreatifitas berbeda. Cuma satu budaya," ujar pria bernama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh. Cak Nun juga mengatakan, dia tak mempengaruhi jenis musik pada Letto. Suami Novia Kolopaking ini justru mangatakan, minta bantuan Noe saat akan menggung di luar negeri. "Pas mau ke Finlandia dan Inggris, saya minta tolong anak saya," kata Cak Nun. Seniman asal Yogyakarta Butet Kertarajasa mengaku bangga dengan munculnya Letto. "Letto menjadi semangat baru anak Yogja," kata Butet. Dia menambahkan, sebenarnya banyak warga Yogyakarta yang memiliki potensi luar biasa yang mendedikasikan diri di dunia seni.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya