Pemerintah Belum Memutuskan <i>Put Option</i> Saham Semen Gresik

Pemerintah belum memutuskan menjual 51 saham di Semen Gresik. Padahal, dana hasil penjualan tersebut dapat membantu privatisasi BUMN sebesar 90 persen dari target Rp 6,1 triliun.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Oktober 2001, 12:28 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kontrak hak untuk menjual saham (put option) PT Semen Gresik yang dimiliki pemerintah dengan PT Cemex Indonesia berakhir, Jumat besok. Namun pemerintah hingga saat ini belum mengambil sikap. Sementara Presiden Direktur PT Cemex Indonesia Fransisco Noriega, baru-baru ini, menyatakan harapannya pemerintah menjual saham dengan harga di atas harga pasar.

PT Cemex menguasai 25 persen saham PT Semen Gresik. Sedangkan kontrak hak menjual saham antara pemerintah dan PT Cemex ditandatangani tiga tahun silam. Di sisi lain pemerintah belum memutuskan untuk menjual saham tersebut. Penyebabnya, anak perusahaan Semen Gresik yakni PT Semen Tonasa dan PT Semen Padang menuntut pemerintah untuk memisahkan saham (spin off) bila dijual ke PT Cemex. Mereka menilai pemerintah akan merugi dan produksi semen akan dikuasai pemodal asing [baca: DPR Meminta Semen Padang-Gresik Dicerai].

Sementara itu, bila saham yang harganya tiga kali lipat dari pasar itu dijual, pemerintah memperoleh dana segar sekitar 90 persen dari target privatisasi BUMN sebesar Rp 6,1 triliun. Menurut Noriega, harga saham Semen Gresik di Bursa Efek Jakarta Rp 6.000. Sedangkan dalam kontrak dengan PT Cemex sebesar Rp 17.400.(YYT/Eva Yunizar dan Gatot Budi Santoso)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya