KEKUATAN vokal Ruth Sahanaya yang khas mampu membius telinga para pendengar. Bahkan, berbagai prestasi nasional maupun internasional sudah diraihnya dalam dunia tarik suara. Meski penyanyi pendatang baru terus bermunculan, penyanyi bertubuh mungil ini tetap eksis dan bertahan. Dia pun konsisten di dunia tarik suara dan jalur musiknya. Jam terbang yang mencapai 20 tahun membuat dia menyandang gelar diva pop Indonesia. Uthe--begitu Ruth biasa disapa--terlahir dari keluarga yang menggemari musik. Tidak heran, sejak kecil dia pandai bernyayi dengan karakter suara yang bagus. "Suka nyayi di gereja dari umur lima tahun," ungkap perempuan berdarah Maluku kelahiran Bandung, 1 September 1966 ini. Pada 1983, atas saran teman-temannya Uthe mengikuti festival menyanyi. Tanpa diduga, dia menyabet juara satu dalam perlombaan yang diikuti secara iseng itu. Kemudian Uthe mengikuti festival bintang radio dan televisi dari tingkat Bandung, Jawa Barat hingga nasional. Setelah itu dia sering manggung di sejumlah kafe di Kota Kembang. Uthe mulai menyanyi secara profesional saat menghasilkan album pertama bertajuk Seputih Kasih pada 1987. Di awal kariernya, istri Jeffrey Waworuntu ini pernah mengalami kepahitan. Dia tidak dibayar panitia karena acara yang diselenggarakan di Semarang, Jawa Tengah, batal diselenggarakan. Waktu itu Uthe tidak bisa menuntut karena statusnya masih sebagai penyanyi pendatang baru. Namun, kejadian ini membuat Uthe terpacu bekerja secara profesional lagi agar dihargai. Hal itu dibuktikan Uthe dalam berbagai festival internasional dan menelurkan beberapa album. Di antaranya album Kaulah Segalanya (1992), Tak Kuduga (1989), Yang Terbaik (1994), ...Uthe! (1996), Berserah kepada Yesus (1997), Kasih (1999). "Yang paling berkesan saat festival, waktu menyayi di Acropolis, Yunani. Luar biasa karena tidak semua orang mendapat kesempatan sepeti itu," ujar peraih gelar Grand Prix Winner dalam Midnight Sun Song Festival di Finlandia, 1992 ini. Perempuan bertinggi badan 154 sentimeter ini tercatat sebagai penyanyi pertama di Indonesia yang menggelar konser tunggal, 12 tahun silam. Saat itu acara diadakan Jay Subyakto dan Erwin Gutawa. Rencananya, 15 September mendatang, dia akan kembali menggelar konser tunggal. Ini adalah konser tunggal yang keempat bagi Uthe. "Saya mengadakan konser lagi lebih kepada rindu saya pada suasana konser dan seperti reuni kembali dengan Erwin dan Jay," kata pelantun Kaulah Segalanya ini. Kendati terbilang sukses di karier dunia tarik suara, Uthe mengaku tidak pernah bermimpi menjadi penyanyi. Waktu kecil, Uthe bercita-cita menjadi perawat dengan tujuan bisa merawat sekaligus menghibur orang sakit. Namun, bagi Uthe harapan untuk menyenangkan dan menghibur orang sudah terwujud lewat profesi yang dijalani saat ini.
Advertisement