Kesempurnaan Gresik United di 3 Laga Awal QNB League

Gresik United sukses meraup tiga kemenangan beruntun.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 13 April 2015, 13:18 WIB
Persegres Gresik United (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Liputan6.com, Jakarta - Gresik United menjadi pemuncak klasemen sementara Qatar National Bank (QNB) League 2015, setelah berhasil meraup poin penuh dari tiga laga perdananya. Kemenangan beruntun tersebut seluruhnya diraih usai mengalahkan  tim-tim asal Kalimantan, yaitu Pusamania Borneo FC, Mitra Kukar dan Barito Putera.

Pencapaian semacam ini sudah sangat lama tidak dirasakan oleh Kebo Giras (julukan Gresik United), yang pernah menjadi tim papan atas sebelum era Indonesia Super League (ISL). Masalah finansial yang cukup parah bahkan membuatnya nyaris membubarkan diri. Hingga pada tahun 2005, Gresik United pun didirikan, sebagai penggabungan PS Petrokimia Putra Gresik dan Persegres Gresik.

Lahirnya Gresik United tidak lepas dari dukungan suporter demi menyelamatkan sepak bola Gresik. Wajar saja jika hasil sempurna Laskar Joko Samudro pada awal musim ini seperti melahirkan asa dan harapan publik sepak bola Gresik, untuk berani bermimpi kembali berjaya di kompetisi sepak bola tertinggi Indonesia.

Berikut analisa statistik Gresik United pada 3 laga perdana mereka di QNB League 2015:

Buka halaman selanjutnya untuk melihat analisa statistik Gresik United -->


Revolusi taktik

Pelatih Persegres Gresik United, Listiadi (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)

Revolusi taktik Liestiadi

Menghadapi QNB League 2015, Liestiadi ditunjuk menggantikan posisi Angel Alfredo Vera sebagai pelatih Gresik United. Selain memiliki lisensi A dari AFC, prestasi yang diraihnya pada musim lalu yang berhasil menyelamatkan Persiba Balikpapan dari degradasi hingga ke posisi lima pada akhir musim, menjadi pertimbangan utama manajemen Gresik United untuk merekrutnya, dengan harapan dapat memberikan perubahan dan membawa Kebo Giras kembali ke masa kejayaannya.

Sejak kedatangannya, Liestiadi telah banyak mengubah gaya bermain Kebo Giras. Musim ini, Gresik United bermain dengan transisi serangan balik cepat. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata penguasaan bola per laga yang hanya sebesar 40%. Catatan tersebut merepresentasikan bahwa gaya bermain Laskar Joko Samudro tidak berorientasi pada penguasaan bola.

Tidak ada satupun pemain Gresik United yang menghasilkan umpan lebih dari 50 kali dalam sebuah laga. Bima Sakti menjadi pemain yang paling banyak melepaskan umpan, yaitu mencapai 36,67 kali per laga.

Lanjut Baca:

Serangan balik cepatUmpan-umpan langsung menjadi pilihan utama untuk memaksimalkan taktik serangan balik yang cepat. Namun, pendekatan umpan seperti itu tentunya memiliki tingkat akurasi yang rendah, apalagi jika diperagakan oleh pemain-pemain yang tidak memiliki kemampuan umpan yang cukup mumpuni. Hal ini terlihat dari catatan rata-rata akurasi umpan per laga milik Gresik United yang hanya mencapai 71%.Riko Simanjuntak yang mengisi sektor sayap menjadi agen transisi utama Kebo Giras dalam memeragakan skema serangan balik. Dengan kecepatan dan determinasinya, ia berhasil membombardir barisan pertahanan lawan. Riko Simanjuntak tercatat telah melakukan percobaan melewati lawan sebanyak 18 kali, dengan tingkat keberhasilan mencapai 61%.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya