Liputan6.com, Jakarta - Persija mengawali kiprahnya di Qatar National Bank (QNB) League 2015 dengan melakukan tur Jawa Timur. Dua tim yang harus dihadapi Macan Kemayoran adalah Arema Cronus dan Persela Lamongan.
Rangkaian jadwal tersebut tentu bukan perkara mudah bagi tim mana pun. Terutama di awal musim.
Melawan Arema pada Minggu (4/4), Bambang Pamungkas cs tampil mengejutkan. Mereka berhasil mencuri 1 poin dari sang tuan rumah. Bahkan, Persija bisa saja menang jika penalti Arema di menit akhir pertandingan tidak terjadi. Pertandingan berakhir dengan skor fantastis 4 – 4.
Motivasi pemain yang seharusnya meningkat usai menahan Arema, justru tidak muncul saat Persija dijamu Persela, 3 hari berselang (7/4). Bertandang ke Stadion Surajaya, Persija justru takluk 0–1. Lagi-lagi, Persija kebobolan di menit-menit akhir oleh David Pagbe.
Hasil tersebut menempatkan Persija di urutan ke-11 klasemen semetara dengan 1 poin dan selisih gol -1. Penundaan kompetisi perlu dimanfaatkan coach Rachmad Darmawan (RD) untuk berbenah.
Bagaimana rapor Persija di 2 laga tandang pertama dari kacamata statistik? Berikut ulasannya.
Advertisement
Rapor Pertahanan
Rapor pertahanan
Kebobolan 5 gol dari 2 pertandingan bukan catatan mengesankan bagi tim sekelas Persija. Sebagai tim dengan rasio kebobolan terendah pada ISL musim 2014 lalu, Persija tentu perlu mengevaluasi kinerja lini pertahanannya.
Coach RD menurunkan 2 kiper berbeda di tiap laga; Adixi Lenzivio saat melawan Arema dan Andritany Ardhiyasa kala dijamu Persela. Dari 5 tembakan ke gawang yang dilepaskan Arema, Adixi hanya mampu sekali melakukan penyelamatan.
Sedangkan Andritany berhasil menghalau 2 dari 3 shots on goal Persela. Itu berarti persentase kesuksesan kiper Persija melakukan penyelamatan di 2 laga awal hanya 37,5 persen.
Dalam urusan tekel, pemain-pemain Persija berhasil melakukan 40 tekel sukses dari 2 pertandingan tersebut. Rata-rata persentase kesuksesan 57 persen. Dengan 7 tekel sukses, Rohit Chand menjadi pemain dengan jumlah tekel sukses terbanyak.
Persija tercatat melakukan 44 intersep dari 2 laga tersebut. Alan Aciar menjadi pemain dengan jumlah aksi terbanyak dalam hal intersep, di mana pemain asal Argentina tersebut berhasil melakukan 11 intersep.
Sementara dalam hal sapuan, Persija tercatat melakukan 47 kali sapuan, dengan Ambrizal sebagai pemain dengan jumlah sapuan terbanyak (12).