Sosok Ibu di Mata Valentino

PENGALAMAN pahit masa lalu artis Valentino kini telah dibayar dengan kesuksesan. Pemuda yang tenar lewat sinetron &quot;Playboy Cap Jempol&quot; ini pun berbagi kisah di balik jerih payahnya menuju sukses. Pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 14 Mei 1978 ini mengaku keberhasilan yang didapat saat ini tak lepas dari dukungan dan doa sang mama. &quot;Mama adalah segala-galanya di mata <i>gue</i>. Sebab, papa <i>kan</i> udah nggak ada sejak <i>gue</i> masih SMA,&quot; ujar pria yang biasa d...

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Desember 2003, 13:31 WIB
PENGALAMAN pahit masa lalu artis Valentino kini telah dibayar dengan kesuksesan. Pemuda yang tenar lewat sinetron "Playboy Cap Jempol" ini pun berbagi kisah di balik jerih payahnya menuju sukses. Pria kelahiran Balikpapan, Kalimantan Timur, 14 Mei 1978 ini mengaku keberhasilan yang didapat saat ini tak lepas dari dukungan dan doa sang mama. "Mama adalah segala-galanya di mata gue. Sebab, papa kan udah nggak ada sejak gue masih SMA," ujar pria yang biasa disapa Valen ini. Mengenai sosok mama, pria yang pernah terjerumus ke dunia narkotika ini mengaku sangat bersyukur memiliki ibu yang sudah bisa membesarkan dirinya hingga sekarang. Apalagi, mama telah membantunya terbebas dari pengaruh obat-obatan dan narkotika. "Nyokap ngomong sama gue untuk berhenti dari narkoba. Udah ada contohnya, papa," tambah dia. Valen juga mengaku belum bisa membalas apa yang telah diberikan sang mama kepadanya selama ini. Yang pasti, kekasih Puti Arvina Renita ini mengaku sangat sayang dengan mama yang telah mendidiknya. "Terima kasih mama. Aku belum bisa berbuat yang terbaik untuk mama, tapi aku berusaha memberi yang terbaik buat mama," tutur Valen.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya