Pencak Silat Indonesia Waspadai Singapura

"Sebenarnya lawan terberat Indonesia itu Vietnam, tapi Singapura sebagai tuan rumah pasti melakukan segala cara," kata Catur Haryono.

oleh Risa KosasihDiterbitkan 07 April 2015, 23:48 WIB
Pelatnas atlet pencak silat Indonesia di Padepokan Pencak Silat, Komplek TMII, Jakarta Timur.

Liputan6.com, Jakarta - Pencak silat diharapkan menjadi cabang olahraga yang mendulang emas paling banyak untuk kontingen Indonesia di SEA Games 2015 Singapura. Pada SEA Games dua tahun silam di Myanmar, pencak silat merebut empat medali emas, empat perak, dan tiga perunggu untuk kemudian menjadi juara umum. Pencapaian itu ditargetkan bisa dipenuhi kembali tahun ini.

Pencak silat akan memberangkatkan 16 atletnya untuk 13 kelas yang dilombakan. Pelatih kepala pelatihan tingkat nasional PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Indro Catur Haryono mengatakan pihaknya mewaspadai tuan rumah Singapura.

"Tuan rumah punya hak khusus untuk memilih nomor mana yang bakal dilombakan. Ada 23 kelas, tetapi mereka hanya memilih 13 karena hanya menyiapkan atlet untuk kategori yang mereka pilih," kata Indro kepada Liputan6.com di Padepokan Pencak Silat, Komplek TMII, Jakarta Timur, Selasa (7/4/2015).

"Sebenarnya lawan terberat Indonesia itu Vietnam, tetapi Singapura sebagai tuan rumah pasti melakukan segala cara. Seperti SEA Games 2013 lalu, satu medali emas kita ditahan, tidak dianggap Myanmar. Kita belajar dari itu."


DKI Sumbang Atlet Pencak Silat Terbanyak

Pelatnas atlet pencak silat Indonesia di Padepokan Pencak Silat, Komplek TMII, Jakarta Timur.

Dari 16 atlet pelatnas, DKI Jakarta menyumbangkan pesilat paling banyak. "Pesilat DKI ada lima, satu tunggal putra (seni), kelas C (55-60 KG), E (80-85 kg), dan ganda putra. Kedua paling banyak dari Bali jumlahnya tiga orang," tambah Indro. Ketiganya adalah pesilat di kategori seni beregu.

Ni Kadek Ratna Dewi, salah satu pesilat di kelas seni atau artistik, mengatakan dirinya harus menahan kangen kepada kampung halaman demi pelatnas di Jakarta. "Kami semua sudah di sini sejak Juni tahun lalu. Pulang kampung kalau hanya ada urusan mendesak," ucap Dewi. "Saya masih kuliah. Untuk mengikuti pelatnas, kampus sudah memberi dispensasi."

Indro menuturkan sudah menjadi risiko untuk atlet untuk meninggalkan sejenak pendidikannya atau malah pekerjaannya. "Paling muda di sini kelahiran 1995, paling tua 1987. Kalau ada yang kuliah, mau tidak mau telat lulus sedikit. Tetapi alhamdulillah, regenerasi kami bagus. Kami cuma membawa tiga pesilat mantan SEA Games 2013, selebihnya atlet kejuaraan nasional," pungkas Indro.

Baca juga:

Hadapi Pacquiao, Mayweather Siapkan Pelindung Mulut Rp 483 Juta

Jadwal Padat, Skuat Madrid akan Dirotasi

Bale Diragukan Lawan Rayo Vallecano

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya