Kisah Sukses Ikke Nurjanah

KESUKSESAN memang mebutuhkan waktu panjang dan perjuangan keras. Demikian kalimat yang terlontar dari mulut pedangdut Ikke Nurjanah ketika bercerita tentang perjalanan kariernya. Awal karier kelahiran Jakarta 18 Mei 1974 ini dimulai dari bernyanyi di lingkungan rumah. "Biasanya saya menyanyi kalau ada resepsi pernikahan keluarga atau acara-acara karang taruna," kata sulung dari empat bersaudara ini, mengenang. Ikke baru ditawari membuat album saat duduk di bangku kelas satu sekolah ...

oleh Liputan6Diterbitkan 24 Oktober 2002, 13:46 WIB
KESUKSESAN memang mebutuhkan waktu panjang dan perjuangan keras. Demikian kalimat yang terlontar dari mulut pedangdut Ikke Nurjanah ketika bercerita tentang perjalanan kariernya. Awal karier kelahiran Jakarta 18 Mei 1974 ini dimulai dari bernyanyi di lingkungan rumah. "Biasanya saya menyanyi kalau ada resepsi pernikahan keluarga atau acara-acara karang taruna," kata sulung dari empat bersaudara ini, mengenang. Ikke baru ditawari membuat album saat duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama. Namun, karena masih terlalu kecil, produser menunda kontraknya hingga dua tahun. "Saya mulai meluncurkan album ketika kelas tiga SMP," ujar pemilik nama lengkap Hartini Erpi Nurjanna itu. Saat itu, Ikke mengaku tercengang dengan nilai nominal kontrak yang diterimanya. "Saking besarnya, saya merasa tak berhak menerimanya," ujar pelantun lagu "Terlena" ini. Dia menyerahkan pengaturan belanjanya pada ibunya. Sebenarnya istri penyanyi Aldi Bragi itu menyukai semua jenis musik. Tapi, pilihan utamanya jatuh pada dangdut. "Soalnya, kalau nyanyi dangdut saya bisa lebih menjiwai," ujar bintang iklan berbagai produk ini. Kendati menikmati kesuksesannya, Ikke mengaku, kadang-kadang mengalami saat-saat duka. "Susah diungkapinnya. Pokoknya banyak beban mental deh," ucap ibu dari Siti Adira Kania itu, tersenyum.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya