Liputan6.com, Surabaya: Penutupan tempat pembuangan akhir (TPA) Keputih oleh warga setempat, Senin silam, mengakibatkan Kota Surabaya, Jawa Timur, semakin dipenuhi sampah. Bahkan, baru-baru ini, bantaran Sungai Kalimas juga digunakan sebagai tempat pembuangan sementara (TPS). Akibatnya, bau busuk yang menyengat mulai terasa di kawasan tersebut. Sementara para pedagang di pasar juga mulai resah. Soalnya, sampah yang menumpuk di depan tempat usaha mereka membuat pembeli berkurang.
Berdasarkan pemantauan SCTV, di sekitar sungai yang tepat berada di tengah Ibu Kota Provinsi Jatim itu, terpasang papan tulisan besar agar masyarakat tidak mengotori sungai. Namun, tampaknya warga sekitar sungai tersebut tak menggubris imbauan itu. Menurut sejumlah warga setempat, penggunaan bantaran sungai itu sebagai TPS berdasarkan izin sejumlah camat di sekitar kawasan tersebut.
Sehubungan penumpukan sampah tersebut, para petugas lapangan Dinas Kebersihan Surabaya merasa bingung karena terus didesak warga untuk mengangkut sampah. Pasalnya, ketika hendak membuang sampah TPS yang ditentukan camat, petugas lainnya menolaknya. Petugas yang menolak beralasan bahwa sepanjang bantaran Kalimas hanya diperuntukkan bagi sampah keluarga. Sedangkan sampah pasar harus dibuang di TPA pengganti di daerah Benowo.
Sementara warga Keputih, hingga saat ini tak mau membuka portal menuju TPA. Meski perbuatan mereka sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jatim oleh Sekretaris Pemerintah Kota Muhammad Yasin. Para warga akan tetap menolak keras upaya pembuangan sampah ke daerah mereka.(ANS/Hasan Sentot dan Joko Sulistiobudi)
Berdasarkan pemantauan SCTV, di sekitar sungai yang tepat berada di tengah Ibu Kota Provinsi Jatim itu, terpasang papan tulisan besar agar masyarakat tidak mengotori sungai. Namun, tampaknya warga sekitar sungai tersebut tak menggubris imbauan itu. Menurut sejumlah warga setempat, penggunaan bantaran sungai itu sebagai TPS berdasarkan izin sejumlah camat di sekitar kawasan tersebut.
Sehubungan penumpukan sampah tersebut, para petugas lapangan Dinas Kebersihan Surabaya merasa bingung karena terus didesak warga untuk mengangkut sampah. Pasalnya, ketika hendak membuang sampah TPS yang ditentukan camat, petugas lainnya menolaknya. Petugas yang menolak beralasan bahwa sepanjang bantaran Kalimas hanya diperuntukkan bagi sampah keluarga. Sedangkan sampah pasar harus dibuang di TPA pengganti di daerah Benowo.
Sementara warga Keputih, hingga saat ini tak mau membuka portal menuju TPA. Meski perbuatan mereka sudah dilaporkan ke Kepolisian Daerah Jatim oleh Sekretaris Pemerintah Kota Muhammad Yasin. Para warga akan tetap menolak keras upaya pembuangan sampah ke daerah mereka.(ANS/Hasan Sentot dan Joko Sulistiobudi)