Liputan6.com, Jakarta - Drama babak 16 besar Liga Champions telah berakhir. Hasilnya, tim-tim seperti Barcelona, Real Madrid, dan Bayern Muenchen telah memastikan langkah mereka ke babak perempat final.
Selain aksi saling sikut antartim untuk lolos ke babak selanjutnya, drama babak 16 besar juga memunculkan beberapa aktor lapangan hijau yang tampil apik bersama klub masing-masing.
Mulai dari kiper Manchester City Joe Hart, bek tangguh Paris Saint-Germain David Luiz yang menyingkirkan mantan klubnya Chelsea hingga bintang Barcelona Lionel Messi dalam formasi 3-4-3.
Kiper
Advertisement
Joe Hart (Manchester City)
Di posisi ini, Hart pantas diplot sebagai pilihan utama di bawah mistar. Kiper utama timnas Inggris itu bersinar walau langkah 'The Citizen' harus terhenti di tangan Barcelona.
Di leg pertama, Hart sukses memblok tendangan penalti Messi. Performa heroik itu diulangi kiper berusia 27 tahun di leg kedua. Ia melakukan sekitar 10 penyelamatan penting dan membuat City hanya takluk 0-1 dari Barcelona.
Bek
Giorgio Chiellini (Juventus)
Seperti biasa, bek tangguh timnas Italia tampil sempurna di pertahanan Juventus yang memakai format empat bek sejajar. Ia tidak membiarkan penyerang Borussia Dortmund mendekati gawang juara Serie itu dan Juventus menang dengan skor telak 3-0 di Signal Iduna Park.
David Luiz (PSG)
Performa eksepsional diperlihatkan bek berambut gimbal ini saat bersua mantan klub. Luiz ada di setiap sudut lapangan, membuat penyelamatan krusial dan merancang serangan 'Les Parisiens'. Bukan itu saja, bek asal Brasil ini juga mencetak gol yang membuat pertandingan melawan Chelsea berlanjut ke perpanjangan waktu.
Thiago Silva (PSG)
Rekan duet Luiz di jantung pertahanan tim ibukota Prancis ini performanya tidak kalah impresif. Sempat membuat kesalahan yang berujung penalti, mantan pemain AC Milan membayar kesalahan itu dengan cara terbaik.
Silva mencetak gol penyama kedudukan pada babak perpanjangan waktu. Sundulannya yang terbilang brilian menyingkirkan 'The Blues'.
Gelandang
Bastian Schweinsteiger (Bayern Muenchen)
Schweini tampil dominan di lini tengah dan menjadi kunci permainan Bayern. Ia menjadi orang pertama yang mencegah lawan masuk ke pertahanan dan juga orang pertama yang menyuplai umpan kepada striker Robert Lewandowski. Schweinsteiger seperti ada dimanapun.
Marco Verratti (PSG)
Pemain terbaik saat PSG menyingkirkan Chelsea. Mengontrol permainan bagi PSG saat Zlatan Ibrahimovic terkena kartu merah. Memiliki tekel akurat, kaki yang cepat dan juga visi luar biasa. Pemain asal Italia ini merupakan gelandang yang komplet.
Yacine Brahimi (Porto)
Pemain asal Aljazair menjadi sumber kreativitas serangan Porto saat menjungkalkan wakil Swiss, FC Basel. Ia berlari kemanapun, mencetak gol indah lewat tendangan bebas dan membuat pertahanan Basel kocar-kacir.
Franck Ribery (Muenchen)
Winger asal Prancis memperlihatkan penampilan fantastis dan salah satu pemain terbaik Bayern di sektor depan. Otak dari dua gol Bayern dan turut menyumbang satu gol yang membuat wakil Jerman menang dengan skor telak 7-0 atas Shakhtar Donetsk di leg kedua babak 16 besar.